<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis1707</title>
	<atom:link href="http://asa1707.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asa1707.wordpress.com</link>
	<description>Bersama Itu Indah, Indah awal dari Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Aug 2008 11:26:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asa1707.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bisnis1707</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asa1707.wordpress.com/osd.xml" title="Bisnis1707" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asa1707.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Drama Pemurtadan di Indonesia</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/20/drama-pemurtadan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/20/drama-pemurtadan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 11:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristenisasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemurtadan Inonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan julukan “komunitas muslim terbesar di dunia” yang disandangnya. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen) . Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=99&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan<br />
julukan “komunitas muslim terbesar di dunia” yang disandangnya.<br />
Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat<br />
Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen) . Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 persen, umat<br />
Katolik 3,6 persen, Hindu 1,8 persen, Budha 1 persen dan agama lain 0,3<br />
persen.</p>
<p>Sebagai dai, kita tidak boleh silau mata dengan besarnya angka-angka<br />
mayoritas di atas. Apalagi, data-data terkini, mencatat bahwa jumlah umat<br />
Islam anjlok drastis dari 90 persen menjadi 75 persen (tabloid SIAR edisi<br />
No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14).</p>
<p>Terllepas dari validitas dan akurasi data di atas, perlu dicermati pula<br />
hasil temuan Litbang Departemen Agama, bahwa panyebab penurunan populasi<br />
umat Islam nusantara itu ada dua hal:</p>
<div id="attachment_2249" class="wp-caption aligncenter" style="width:385px;"><a href="http://azwarti.files.wordpress.com/2008/08/shirotol.jpg"><img class="size-full wp-image-2249" src="http://azwarti.files.wordpress.com/2008/08/shirotol.jpg?w=375&amp;h=450" alt="Injil" width="375" height="450" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Injil</p>
</div>
<p>Pertama, Keberhasilan program KB yang dilakukan dengan gencar kepada kaum<br />
muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah<br />
didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB<br />
mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen ja uh lebih cepat<br />
dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.</p>
<p>Kedua, Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar,<br />
semakin hari semakin canggih dan tidak mengindahkan kode efik penyiaran<br />
agama.</p>
<p>Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penyimpangan-penyimpangan<br />
penyiaran agama sering kali dipakai para missionaris untuk menyebarkan<br />
Injil dan kekristenan di nusantara, antara lain:</p>
<p><strong>Pembangunan Gereja di lingkungan masyarakat Mayoritas Muslim</strong></p>
<p>Di tengah-tengah warga mayoritas muslim, pihak Salib melanggar SKB menteri<br />
dengan membangun gereja yang megah. Untuk mengisi dan meramaikan gereja<br />
pada saat kebaktian, didatangkanlah jemaat Kristen dari tempat lain yang<br />
berjauhan. Dengan demikian, syiar m ereka berlahan-lahan menarik simpati<br />
warga yang lemah iman.</p>
<p>Kasus yang terbaru adalah terusiknya ketenangan warga Depok dengan<br />
kehadiran GPIB Shalom, akhirnya membuahkan penanganan ilegal. Sebagai kado<br />
pada ulang tahunnya yang ke-31, CPIB Depok yang agresif itu dibakar warga.</p>
<p>Sejak awalnya, pendirian gereja itu selalu ditentang warga sekita dengan<br />
alasan karena lokasi itu mayoritas Islam. Sedangkan keluarga Kristen hanya<br />
beberapa gelintir orang saja. Dengan sikap nekadnya, maka pihak Kristen<br />
mendirikan GPIB Shalom, tepatnya d i Jl. Kembang Lio Boji, Depok, Bogor,<br />
Jawa Barat. Cara pendiriannya pun ditempuh melalui lobi-lobi licik.</p>
<p>Setelah gareja itu berdiri megah, maka untuk mengisinya didatangkan<br />
orang-orang Kristen dari tempat lain yang berjauhan. Setiap Minggu,<br />
kegiatan gereja tidak pernah sepi oleh orang-orang Kristen impor. Dengan<br />
syiar Kristen ini, maka beberapa keluarga musl im yang amblas iman<br />
Islamnya, murtad menjadi Kristen, mempertuhankan Yesus.</p>
<p>Namun, umat Kristen yang cuma segelintir itu semakin berani. Dengan<br />
semboyan maju tak gentar, ultimatum serius itu dianggapnya sebagai gertak<br />
sambal yang tidak menakutkan. Akhirnya, ultimatum warga menjadi kenyataan.<br />
Setelah sekian lama memberikan toleran si sambil menahan emosi, maka pada<br />
hari Selasa, 2 Nopember 1999 dini hari, GPIB Shalom Depok diamuk masa,<br />
dirusak dan dibakar habis. Kesabaran manusia ada batasnya.</p>
<p><strong>Kristenisasi kepada Pasien Muslim</strong></p>
<p>Di beberapa rumah sakit, misalnya di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo<br />
Jakarta, kepada pasien muslim dibagi-bagikan leaflet (brosur) tentang<br />
penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus kepada orang-orang sakit. Di<br />
rumah sakit Advent Bandung, pasien muslim diajak berdoa berdama oleh<br />
rohaniawan rumah sakit dengan tata cara peribadatan Kristen.</p>
<p><strong>Kristenisasi melalui jalur Pemerkosaan Gadis-Gadis Muslimah </strong></p>
<p>Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh<br />
aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak<br />
berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan.</p>
<p>Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan<br />
disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak<br />
manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah<br />
Yesus Kristus.</p>
<p>Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda<br />
Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang<br />
salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan<br />
ranjang yang telah direncanakan, i tu foto oleh kawan pemuda Kristen<br />
tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua<br />
pilihan: “Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?”. Ka!au tidak pindah ke<br />
Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan.<br />
Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis<br />
dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.</p>
<p>Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan<br />
shalehahterpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda<br />
gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat<br />
terlarang. Kristenisasi melalui penyebaran Narkoba.</p>
<p>Di desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi<br />
(STT) Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu.<br />
Di sana, para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat<br />
terlarang sampai kecanduan berat. Se telah kecanduan, para pemuda harapan<br />
bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan<br />
sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. (Republik, 10 dan 12 April<br />
1999).</p>
<p><strong>Kristenisasi melalui Kesaksian-Kesaksian Palsu via Mantan Muslim<br />
(murtadin) Tahun 1974 </strong></p>
<p>GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus<br />
pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam<br />
ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus<br />
Universitas Islarn Badung dan pernah menjadi juri MTQ<br />
Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sangat ngawur.<br />
Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat<br />
Islam.</p>
<p>Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong<br />
belaka Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur’an. Dengan kebohongannya<br />
itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok,<br />
Surabaya.</p>
<p>Ketika orang sudah banyak melupakan kasus pelecehan Yusuf Roni, di Jakarta<br />
muncul pelecehan plus seribu dusta yang baru. Seseorang yang menamakan<br />
dirinya Pendeta Hagai Ahmad Maulana mengaku sebagai putra kandung<br />
kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya d i gereja pun beredar luas di<br />
kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar<br />
pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha<br />
melahirkan Ahmad Maulana.</p>
<p>Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang<br />
yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya<br />
menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik<br />
kandung ulama besar pakar tafsir, Y ang Mulia Almarhum Buya Hamka.</p>
<p>Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu<br />
saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke<br />
Kristen.</p>
<p>Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat<br />
besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya,<br />
dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim<br />
Amarullah.</p>
<p>Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias<br />
Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama<br />
Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa<br />
versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak,<br />
ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU.</p>
<p>Para murtadin pembohong lainnya adalah Drs. H. A. Poernomo Winangun alias<br />
Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli<br />
dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M.<br />
Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epo n Irma F. Intan Duana Paken<br />
Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan<br />
60 kiyai Banden, dll. Kristenisasi berkedok sosial di desa-desa turpencil.</p>
<p>Kristenisasi dilancarkan kepada orang-orang miskin sambil menawarkan<br />
makanan (berisi, mie, gula, dll.) secara gratis, obat-obatan, pakaian<br />
bekas, alat-alat pertanian (bibit, pupuk, obat pembunuh serangga), dll.</p>
<p>Setelah orang desa merasakan manfaatnya, maka barulah para misi menyatakan<br />
maksud yang sebenarnya, bahwa mereka itu sebagai pelayan dari Yesus<br />
Kristus. Dan bantuan yang mereka nikmati itu adalah dari Yesus. Maka, mana<br />
yang lebih baik, Islam atau Kristen? Selanjutnya, masyarakat desa<br />
dibaptis. Bagi yang tidak mau masuk Kristen maka dimulailah misi untuk<br />
menggoda iman untuk melemahkan ajaran Islam.</p>
<p><strong>Kristenisasi berkedok Islam, yaitu Memurtadkan Akidah Umat dengan Strategi<br />
‘Srigala Berbulu Domba’.</strong></p>
<p>Dengan memakai idiom-idiom keislaman dalam tata cara peribadatan serta<br />
menerbitkan buku-buku dan brosur (leaflet) berwajah Islam, tapi isinya<br />
memutarbalikan ayat-ayat Al Our’an dan Hadits, untuk mendangkalkan akidah.<br />
Dipermainkannya ayat-ayat ilahi untuk meleceh Islam demi untuk menjunjung<br />
tinggi kekristenan. Tujuan akhirnya, agar kaum muslimin meragukan ajaran<br />
Islam lalu pindah ke Kristen</p>
<p>Dengan Gerakan pemurtadan kristiani yang dikemas dalam wajah Islam,<br />
persoalan dakwah Islamiyah semakin berat. Agresivitas misi Kristen sudah<br />
memasuki tingkat berbahaya. Kaum awam sulit membedakan keislaman dan<br />
kekristenan, sehingga mudah dikaburkan akidah nya.</p>
<p>Bentuk-bentut Kristenisasi yang dikemas dalam wajah Islam, antara lain:<br />
Dengan meniru kebiasaan umat Islam dalam bangunan dan tata cara ritual.</p>
<p>GPIB Padang memakai lambang-lambang Minang dalam bangunan Gereja untuk<br />
merayu orang Minang agar tertarik kepada Kristen.</p>
<p>Di beberapa desa di Yogyakarta, misi Kristen meniru adat kebiasaan umat<br />
Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah yang biasa dipakai oleh umat Islam,<br />
mengucapkan salam `Assalamu’alaikum’, dll.</p>
<p>Shalat 7 waktu dengan pakai peci, sajadah, tiwalul Injil dan qasidah versi<br />
Kristen yang dilakukan oleh Kristen sekte Ortodox Syria. Buku-buku yang<br />
diterbitkan antara lain. Kitabus Sholawat as Sab’u, Almasih Juru<br />
Selamatku, Muslim Sahabatku, La ilaha illal lahu, Tauhid dalam perspektif<br />
Gereja Ortodox Syiria, dll.</p>
<p><strong>Melalui berbagai penerbitan Kristenisasi Berkedok Islam</strong></p>
<p>Ada dua target yang ingin dicapai oleh missi dengan penerbitan buku-buku<br />
berwajah Islam.</p>
<p>Pertama, target ke dalam, untuk memantapkan ajaran Kristen. Seoiah-olah<br />
ajaran Kristenlah yang paling benar.</p>
<p>Kedua, target ke luar, untuk mengelabuhi umat Islam yang masih dangkal<br />
pemahamannya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin agama Kristan. Ini<br />
sangat ditekankan mereka, sebab mereka melihat bahwa umat Islam awam tidak<br />
sudi membaca buku-buku yang berwajah Kristen.</p>
<p>Daftar berbagai penerbitan kristenisasi berkedok Islam yang ketahuan,<br />
antara lain:</p>
<p>Buku karya Drs. A. Poernarna Winangun: Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al<br />
Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan<br />
Riwayat Singkat Putaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Buku Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur’an (Al Masih Wal Masihiyun Fil<br />
Quur’an) karya Drs. Amin Al Barokah alias Danu Kholil Dinata.</p>
<p>Buku Karya mendiang Hamran Ambrie: Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat<br />
Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah<br />
tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible<br />
Qur’an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Krist en, Surat bari Mesir, Siap<br />
Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan,<br />
dll.</p>
<p>Terbitan Yayasan Jalan Al Rachrnat: Sejarah Naskah Al Qur’an dan Alkitab,<br />
oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih;<br />
Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah<br />
Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh<br />
Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar<br />
Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana<br />
Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh<br />
Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist,<br />
Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam<br />
Tritungga! Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti<br />
Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.</p>
<p>Terbitan Yayasan Christian Centre Nehemia: Kerudung Yang Dikoyak, oleh<br />
Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh<br />
Nita; Apakah Al Qur’an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik;<br />
Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheu s; Lima Alasan Pokok Tentang<br />
Isi Al Qur’an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh<br />
Ev. J. Litik; dll.</p>
<p>Karya Pdt. R. Muhammad Nurdin: Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur’an,<br />
Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur’an, Kebenaran<br />
Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (As<br />
Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya<br />
Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka,<br />
Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Kaligrafi dan Kalender tulisan Arab yang Berisikan Ayat-Ayat Injil Tentang<br />
Ketuhanan Yesus</strong></p>
<p>Brosur-brosur: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur<br />
Jalan Al Rachmat, dll.</p>
<p>Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas<br />
Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian<br />
murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmaal Sani, Kesaksian<br />
murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Hagai Ahmad Maulana yang<br />
mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dan lain-lain.</p></div>
<p class="postinfo">DIarsipkan di bawah: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Ghazwul Fikri" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ghazwul-fikri/">Ghazwul Fikri</a></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=99&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/20/drama-pemurtadan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azwarti.files.wordpress.com/2008/08/shirotol.jpg?w=375&#038;h=450" medium="image">
			<media:title type="html">Injil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Ramadhan</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/menjelang-ramadhan/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/menjelang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Hikmah &#38; Kajian &#8211; Hikmah dan Kajian Thursday, 13 September 2007 05:18 Kurang lebih dua puluh lima tahun lalu, sesasat sebelum malam takbiran di akhir Ramadlan, aku berdiri sedih di depan Radio kecil di ruang rumahku. Kutunggu saat adzan maghrib terakhir Ramadlan tahun itu sebelum berbuka puasa, sekaligus menandai datangnya Syawal bulan kemenangan. Anak-anak kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=97&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td><span><a href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian">Hikmah &amp; Kajian </a> &#8211; </span> <span> <a href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Hikmah/19-hikmah-dan-kajian"> Hikmah dan Kajian </a> </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top">Thursday, 13 September 2007 05:18</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div>Kurang lebih dua puluh lima tahun lalu, sesasat sebelum malam takbiran di akhir Ramadlan, aku berdiri sedih di depan Radio kecil di ruang rumahku. Kutunggu saat adzan maghrib terakhir Ramadlan tahun itu sebelum berbuka puasa, sekaligus menandai datangnya Syawal bulan kemenangan. Anak-anak kecil seusiaku berlarian gembira di luar rumah menyambut datangnya malam takbiran, bersorak ria, ‘’Besok pagi kita ber-Lebaran’’. Sore itu aku justru terdiam sedih ketika adzan Maghrib berkumandang, Ramadlan telah berpulang.</div>
<div>Bagi aku kecil, Ramadlan bukanlah sebatas baju baru menjelang Lebaran, bukan pula melimpahnya makanan setiap hari menjelang berbuka puasa. Di hari Lebaran sejumlah uang dari ayah dan ibu serta kerabat banyak kudapatkan, bukan itu pula yang membuatku sangat merindukan Ramadlan. Indah dan syahdu saat berbuka puasa bersama keluarga, setiap malam pergi ke masjid untuk Tarwih bersama teman, setiap subuh berbaris ke masjid dalam kegelapan, khusyuk duduk mendengar ceramah ba’da Subuh, itulah setiap hal yang aku nantikan. Di waktu mana lagi kegairahan beribadah ini akan memuncak selain waktu Ramadlan, itu yang selalu aku kecil bayangkan. Sungguh, saat itu setiap hari Ramadlan adalah indah dan senantiasa kurindukan. Sehingga…adzan Maghrib di awal malam Syawal bagaikan gerbang perpisahan untukku melambaikan tangan…selamat jalan Ramadlan.</p>
<p>Saat ini kepala tiga usiaku, bahtera rumah tangga telah kuarungi hingga Allah telah memberiku anugrah dua orang putra dan putri yang pintar dan manis. Walau demikian, kisah masa kecil itu selalu kuingat hingga kini, betapa aku kecil selalu menjadikan Ramadlan sebagai bulan idaman untuk dinantikan, betapa kesedihan ditinggal Ramadlan saat itu begitu lekat dalam setiap ingatan.<span id="more-97"></span></p>
<p>Masa dewasa menandai lahirnya berbagai aktifitas dan kesibukan, rasa cinta dan rindu terhadap Ramadlan perlahan demi perlahan terkikis karenanya. Urusan sekolah, pekerjaan, dan rumah tangga seakan tidak pernah berhenti untuk dipikirkan. Ketika setiap tahun Ramadlan menjelang, sedikit sekali persiapan yang kulakukan untuk menyambutnya. Bahkan seringkali aku terkejut, tak terasa, ketika kusadari satu pekan lagi awal Ramadlan.</p>
<p>Sungguh, Ramadlan adalah bulan istimewa yang penuh kemuliaan. Betapa rugi setiap diri yang tidak memanfaatkan Ramadlan, karena didalamnya dilipatkan setiap pahala serta diampuni segala dosa. Ialah sebuah kewajaran untuk menyambutnya dengan penuh suka cita, bagaikan suka cita menyambut seorang kekasih dengan penuh kerinduan. Kecintaan dan kerinduan terhadap Ramadlan sesungguhnya menunjukkan seberapa bersih jiwa kita, sekaligus menunjukkan seberapa siap diri kita untuk selalu membersihkan jiwa.</p>
<p>Kecintaan terhadap Ramadlan tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia perlu ditumbuhkan dalam diri setiap manusia semenjak masa kanak-kanak, sehingga orang tua dalam keluarga memiliki peran penting dalam mengkondisikan rumah tangga bagi tumbuhnya kecintaan anak-anak akan indahnya ibadah puasa Ramadlan. Setiap malam Ramadlan adalah sarana pelatihan bagi anak-anak kita untuk ruku’ dan sujud kepada Rabb-nya, sementara kesabaran dan budi pekerti mereka dilatih dalam setiap siang Ramadlan. Semangat kita para orang tua dalam menyambut dan mengisi Ramadlan serta merta bagaikan energi yang akan menumbuhkan semangat dan kecintaan anak-anak terhadap Ramadlan.</p>
<p>Demi indah dan berkahnya Ramadlan, demi kebersihan jiwa, demi anak-anak kita, mari kita mulai kembali merindukan, mencintai, dan mengisi Ramadlan. Mari jadikan kisah masa kecil kita yang merindukan Ramadlan sebagai sebuah pelajaran bahwa Rumah tangga berperan besar bagi tumbuhnya kecintaan akan Ramadlan. Mari jadikan kisah masa kecil kita yang merindukan Ramadlan sebuah semangat, untuk terus berupaya menjadikan rasa cinta itu tumbuh kembali dalam diri anak-anak kita.</p>
<p>Mari jadikan kisah masa kecil kita yang merindukan Ramadlan sebagai pengingat setiap saat untuk selalu membenahi diri menjelang Ramadlan, agar siap menyambutnya dengan penuh harapan dan kebahagiaan.</p>
<p>Sehingga…setiap adzan Maghrib di akhir malam Sya’ban bagaikan gerbang penyambutan untuk kita selalu melambaikan tangan…selamat datang Ramadlan.<br />
***</p>
<p>Menjelang Ramadlan, 29 Sya’ban 1428 H, oleh Eko Hardjanto</p></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=97&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/menjelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat-Kiat Menyambut Ramadhan</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/kiat-kiat-menyambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/kiat-kiat-menyambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Hati]]></category>
		<category><![CDATA[indahnya kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyambut Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramdhan yang indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Hikmah &#38; Kajian &#8211; Hikmah dan Kajian Thursday, 13 September 2007 07:00 Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk tidak menyia nyiakan apalagi menyepelekan kedatangan bulan Romadhon, dan sebaliknya seharusya dia termasuk dalam barisan orang yang terdepan dan berlomba lomba dalam emnyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan amalan amalan ketaatan, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=90&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="PDF" rel="nofollow" href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Hikmah/19-hikmah-dan-kajian/426-kiat-kiat-menyambut-ramadhan?format=pdf"><img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/pdf_button.png" alt="PDF" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="Print" href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Hikmah/19-hikmah-dan-kajian/426-kiat-kiat-menyambut-ramadhan?tmpl=component&amp;print=1&amp;page="><img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/printButton.png" alt="Print" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.mualaf.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;link=aHR0cDovL3d3dy5tdWFsYWYuY29tL2hpa21haC1kYW4ta2FqaWFuL0hpa21haC80MjYta2lhdC1raWF0LW1lbnlhbWJ1dC1yYW1hZGhhbg%3D%3D"><img src="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td><span> <a href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian"> Hikmah &amp; Kajian </a> &#8211; </span> <span> <a href="http://www.mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Hikmah/19-hikmah-dan-kajian"> Hikmah dan Kajian </a> </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top">Thursday, 13 September 2007 07:00</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div>Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk tidak menyia nyiakan apalagi menyepelekan kedatangan bulan Romadhon, dan sebaliknya seharusya dia termasuk dalam barisan orang yang terdepan dan berlomba lomba dalam emnyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan amalan amalan ketaatan, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla, yang artinya : &#8220;Dan pada yang demikian itulah hendaknya orang orang saling berlomba.&#8221; Al Muthafifin : 26</div>
<p>Maka diantara kiat dan cara yang paling baik dan paling selamat dalam menyambut bulan Romadhon yang mubarok adalah sebagai berikut :</p>
<div>Pertama : Mengikhlaskan niat pada amalan amalan dalam menyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan semata mata mengharapkan wajah Alloh Ta&#8217;ala, mengharapkan ganjaran pahala dariNya., sebagaimana firman Nya :</p>
<p>&#8220;Tidaklah mereka diperintah melainkan agar beribadah kepada Alloh dengan mengikhlaskan agama bagiNya&#8221; (Al Bayyinah: 5)</p>
<p>Dan Rasululloh shollallohu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Sesungguhnya setiap amalan tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan (pahala) dari apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah untuk Alloh dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia agar ia bisa mendapatkannya atau kepada seorang perempuan agar ia dapat menikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahkan (HR. Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Kedua : Berdoa kepada Alloh Azza wa Jalla agar dapat menjemput bulan Romadhon dalam keadaan sehat wal afiat untuk dapat giat dalam melaksanakan ibadah puasa, sholat (qiyamul lail), membaca Al Qur&#8217;an, mentadhaburinya dan Berdzikir.</p>
<p>Ketiga : Bergembira dan merasa senang dengan kedatangan bulan Romadhon sebagaimana dilakukan oleh Rasululloh Shollallohu &#8216;alaihi wa sallam dimana beliau Shollallohu &#8216;alaihi wa sallam berkata kepada para shohabatnya radhiyallohu &#8216;anhum :</p>
<p>&#8220;Bulan Romadhon telah mendatangi kalian, bulan Romadhon adalah bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan puasa pada bulan ini. Padanya dibuka pintu pintu surga dan ditutup pintu pintu neraka&#8230; (HR. Imam Ahmad)</p>
<p>Keempat : Bertekad serta menyusun rencana dan strategi untuk mendapatkan faidah dari bulan ini.</p>
<p>Kelima : Membulatkan kesungguhan tekad untuk mengisi dan memakmurkan waktu waktunya dengan amalan amalan shalih. Kalau seseorang benar benar memiliki kesungguhan dan kejujuran terhadap Allah, pastilah Allah akan membantunya dalam ketaatan dan memudahkan baginya jalan jalan kebaikan, Allah SubhanaHu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>&#8220;Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Alloh niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.&#8221; (Muhammad 21)</p>
<p>Keenam : Mempersiapkan ilmu dan pemahaman fikih tentang hukum hukum yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Sebab merupakan kewajiban seorang muslim untuk beribadah kepada Alloh Ta&#8217;ala dengan ilmu dan tidak ada alasan baginya untuk tidak mengetahui akan hal hal yang Alloh wajibkan atasnya, dan diantaranya adalah puasa Ramadhan.</p>
<p>Ketujuh : bertekad untuk meninggalkan dosa dosa dan kejahatan dan bertekad untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya dan berlepas diri dari segala dosa serta untuk tidak kembali kepada dosa dan maksiat tersebut. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat. Alloh Ta&#8217;ala berfirman : &#8220;Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh wahai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung&#8221; (An Nur 31)</p>
<p>Dan firmanNya : &#8220;Katakanlah kepada hamba hambaKu yang melampaui batas pada diri mereka, janganlah kalian putus asa dari rahmat Alloh, sesungguhnya Alloh akan mengampuni semua dosa.&#8221; (Az Zumar 53)</p>
<p>Kedelapan : Persiapan rohani dan jiwa dengan membaca buku buku, majalah, berita tabloid agama atau mendengarkan kaset kaset ceramah atau pelajaran dari para ulama ahli sunnah dan dai dai yang mengajak kepada tauhid dan sunnah, yang pada semuanya menjelaskan keutamaan dan hukum hukum puasa sehingga jiwa menjadi siap untuk beramal ketaatan.</p>
<p>Kesembilan : Mempersiapkan sejak dini kebutuhan kebutuhan diri dan keluarga berupa bahan makanan selama Romadhon maupun untuk Idul Fitri, agar waktu untuk melakukan ibadah dibulan Romadhon lebih luas dan kegiatanpun lebih terkonsentrasi semaksimal mungkin.</p>
<p>Demikianlah sekilas tentang apa yang dapat dilakukan oleh seorang muslim sebagai persiapan baginya untuk menyambut bulan Romadhon dan mengisinya dengan amalan malan yang sholih sehingga dia dapat keluar dari bulan Romadhon nantinya sebagai orang yang sukses, benar benar kembali kepada fitrohnya sebagai orang yang bersih, benar benar suci dari noda noda dan telah menuai pahala yang sangat berlipat ganda.</p>
<p>wallohu a&#8217;lam bish showab, Dari : Majalah An-Nashihah. Vol 07 Th. 1/1425 H.  / 2004 M, oleh Abu Tilmidz</p></div>
<table class="pagenav" border="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<th class="pagenav_prev"></th>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=90&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/08/19/kiat-kiat-menyambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/pdf_button.png" medium="image">
			<media:title type="html">PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Print</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mualaf.com/templates/muallaf/images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Sesudah Mati &#8211; Renungan</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/30/hidup-sesudah-mati-renungan/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/30/hidup-sesudah-mati-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Hati]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup sesudah mati]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[maut sudah dekat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Mengungkap Hidup Setelah Mati Sebelum anda meneruskan bacaan anda ini saya ingatkan kepada anda yang Muslim namun tidak terbiasa dengan gaya penjabaran ayat-ayat Qur&#8217;an secara ilmiah untuk segera memalingkan situs anda dari sini karena dalam penulisan ini anda nantinya akan dibuat terkejut dengan beberapa analisa dan pentafsiran saya terhadap Kitabullah AlQur&#8217;an Al-Karim dan Hadist Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=75&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" src="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/bismil.gif" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:blue;"><strong>Mengungkap Hidup Setelah</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:blue;"><strong>Mati</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:blue;"><strong> </strong></span><img class="alignleft" src="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/bar1.gif" alt="" width="695" height="9" /></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:large;color:red;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong> </strong></span><br />
<span style="font-size:small;color:black;"><strong><br />
<span style="color:fuchsia;"> Sebelum anda meneruskan bacaan anda ini saya ingatkan kepada anda yang Muslim namun tidak terbiasa dengan gaya penjabaran ayat-ayat Qur&#8217;an secara ilmiah untuk segera memalingkan situs anda dari sini karena dalam penulisan ini anda nantinya akan dibuat terkejut dengan beberapa analisa dan pentafsiran saya terhadap Kitabullah AlQur&#8217;an Al-Karim dan Hadist Rasulullah Muhammad Saw yang bukan suatu hal mustahil anda dapat terjerumus dalam pemahaman yang keliru sehingga menggoyahkan akidah dan keimanan anda sekaligus mengadakan fitnahan terhadap diri saya.<br />
</span> <img src="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/kawat.gif" alt="" width="632" height="31" /></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Pada bagian yang lalu kita sudah membicarakan perihal kejadian kiamat yang data-datanya kita ambil dari dalam Qur&#8217;an suci dan kita hubungkan pula dengan fenomena alamiah serta kajian Science Modern yang mana pada pembahasan tersebut kita asumsikan bahwa komet adalah sebagai penyebab dari Sa&#8217;ah tersebut.</strong></span><span id="more-75"></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Sekarang kita akan mencoba mengupas apa dan bagaimana kelanjutan setelah Sa&#8217;ah itu terjadi serta apa yang dimaksud dengan tiupan sangkakala kedua yang menjadi pertanda untuk kebangkitan manusia seperti yang digambarkan oleh Kitabullah.</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;"> </span></strong></span></p>
<ol><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;">Demi yang terbang dalam keadaan bebas,<br />
Yang membawa beban berat<br />
Yang bergerak dengan mudahnya<br />
Dan membagi-bagi urusan;<br />
Bahwasanya yang dijanjikan itu adalah benar. (QS. 51:1-5)</span></strong></span></ol>
</blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong> Diwaktu kedatangan komet membentur tatasurya ini, semua Ionosfir yang melingkupi planet-planet dan bumi akan bergabung dengan komet tersebut dan tinggallah lagi Atmosfir bagaikan telanjang hingga pandangan mata manusia yang hidup kembali nantinya akan dapat melihat semua benda angkasa lainnya tanpa penghalang seperti keadaannya kini yang terhalang dan dihiasi oleh lapisan itu.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Setelah kedelapan komet besar itu selesai membentur dan menyeret semua bintang berupa ekornya [sesuai dengan ayat 51:4 diatas], berlaku dengan ketentuan Allah, maka kosonglah semesta raya ini dari bintang-bintang yang begemerlapan dan komet-komet itu terus melayang dengan kecepatan yang lebih tinggi tanpa penghalang.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Dalam hal ini kita perlu kita kemukakan bahwa komet itu terdiri dari Neutron yang memiliki sifat untuk bergabung. Sifat ini bagaikan daya penarik bagi setiap komet untuk saling bertemu satu sama lainnya.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Selama ini usaha bergabung itu tidak mungkin terlaksana karena senantiasa dihalangi oleh bintang-bintang yang membelokkan arah gerak komet itu beberapa derajat. Namun nanti setelah tiada bintang lagi diangkasa raya yang menghalangi gerak layangnya langsunglah kedelapan komet besar yang terbang dengan cepat ini membuat belokan melengkung yang amat besar untuk bergabung menjadi satu. </strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Masing-masing komet akhirnya menuju kearah satu titik pertemuan masing-masingnya diikuti oleh jutaan tatasurya. Pada titik tersebut berantukanlah semua komet itu secara tepat, inilah ledakan terbesar dalam sejarah semesta raya yang amat luas. </strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Jika sebelumnya benturan komet terhadap tatasurya kita yang umum disebut dengan dentuman atau terompet pertama sudah segitu dahsyatnya dengan kronologi bertabrakannya komet besar dengan ke-10 planet yang mengorbit sistem matahari kita lengkap dengan bulan-bulannya masing-masing dan Asteroids/Meteorites yang ada serta matahari yang menyebabkan kematian seluruh makhluk hidup, maka alangkah dahsyatnya pada hari benturan kedelapan komet besar yang diikuti oleh jutaan tatasurya [termasuk tatasurya kita] yang dikenal dengan sebutan terompet kedua yang sekaligus juga sebagai satu tanda kebangkitan manusia dari matinya untuk mendapatkan perhitungan dari Allah atas segala perbuatannya selama mereka hidup.</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;"> Yaitu hari yang mereka mendengar ledakan besar secara logis, itulah hari kebangkitan.<br />
Bahwa Kamilah yang menghidupkan dan Kamilah yang mematikan dan kepada Kamilah tempat kembali. (QS. 50:42-43)</span></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;">Dan ditiupkan sangkakala lalu mati apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada dibumi kecuali apa saja yang dikehendaki oleh Allah, kemudian akan ditiupkan padanya [sekali lagi] maka tiba-tiba mereka bangkit [dari mati dan] menunggu [pengadilan Tuhan atas mereka]. (QS. 39:68)</span></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong> Demikian AlQur&#8217;an memberikan keterangan mengenai tugas sangkakala yang mengeluarkan teriakan kuat [dan kita analogikan sebagai benturan dahsyat 8 komet dengan jutaan tatasurya sebagai masing-masing ekornya] secara kronologi ditinjau sudut ilmiah bahwa nantinya akan berlaku kejadiannya pada tatasurya kita dengan akibat mematikan untuk selanjutnya ke-8 komet besar itu saling berbenturan satu sama lain pada titik pertemuan yang ditentukan Allah.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Setelah 8 rombongan komet yang membawa seluruh bintang diangkasa, berbenturan sesamanya yang dikenal dengan terompet kedua, maka ke-8 komet tadi langsung bergabung menyatukan diri kemudian membentuk dirinya bagaikan bola yang maha besar melingkupi daerah semesta raya ini, sementara itu semua bintang yang terseret jadi terkepung dalam lingkungan besar sebagai besarnya daerah semesta raya sekarang ini.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Masing-masing bintang walaupun berantukan sesamanya tersebab arah layang yang bertentangan dengan gerak begitu cepat namun Rawasia Regular yang dimilikinya masih sangat berpengaruh untuk saling bertolakan.<br />
Ingat, bahwa Rawasia bintang bersistemkan Regular dan Rawasia yang sama dengannya akan saling menolak satu sama lain.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Mulai dari waktu benturan, semua bintang mengambil posisi masing-masing dipaksa oleh Rawasia yang dimilikinya dan kesempatan itulah yang dipakai oleh 8 komet yang menjadi satu tadi untuk menghindarkan diri sebagai kulit bola besar dan menempatkan semua bintang itu dalam lingkungannya.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Lantas akan timbul pertanyaan: Bagaimana pula dengan planet-planet yang mulanya mengorbit keliling bintang namun kemudian dempet melekat pada bintang itu sewaktu terjadi Sa&#8217;ah ?</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Diwaktu benturan hebat yang kedua kali ini, semua planet yang terseret dan tetap utuh kebetulan melekat dempet pada bintang itu jadi tergoncang hebat dan dahsyat sehingga melepaskan setiap planet yang melekat dempet tadi kemudian langsung mengadakan orbit keliling bintang itu dalam garis edarnya yang baru, termasuk planet bumi ini yang otomatis permukaannya sudah berubah sesuai dengan firman Allah dibawah ini. </strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;">Hari dimana bumi diganti dengan bumi yang lain [dalam rupanya] begitu pula planet-planet, dan mereka semuanya tunduk kepada Allah yang Esa dan Perkasa. (QS. 14:48)</span></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong> Dan sebagai akhir dari kejadian Sa&#8217;ah tersebut &#8230;. maka kehidupan tatasurya bermula kembali.<br />
Itulah dia akhirnya alam Akhirat yang dijanjikan !</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Alam kehidupan baru bagi makhluk-makhluk Tuhan yang sudah mati akan dibangkitkan hidup kembali untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka selama hidupnya dahulu.</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong>Rasulullah Muhammad Saw menggambarkan keadaan pada hari kebangkitan tersebut dalam dua hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang tercantum dalam kitab &#8220;Terjemah Hadist Shahih Muslim&#8221; karangan Fachruddin HS. Jilid I terbitan Bulan Bintang Jakarta 1981 hal 260 dan 285. </strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;"> Dari Sahal bin Sa&#8217;ad ra. katanya:<br />
Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Dikumpulkan manusia pada hari kiamat <em>di Bumi</em> yang putih kemerah-merahan bagai dataran yang bersih, tidak ada tanda-tanda penunjuk untuk siapapun&#8221;. </span></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><span style="color:red;">Dari Mikdad bin Aswad ra. katanya:<br />
Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Didekatkan matahari kepada manusia dihari kiamat sehingga jarak matahari dari mereka sekira satu mil. Manusia digenangi keringat menurut ukuran amal mereka&#8230;&#8221; </span></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong> Begitulah satu keterangan yang cukup jelas bagi kita untuk menggambarkan keadaan bumi dan sistem matahari yang telah mengalami Sa&#8217;ah dengan orbit dan keadaan lain yang juga berubah total [sebagaimana pada Hadist yang pertama dikatakan bahwa bumi berwarna putih kemerah-merahan akibat penyatuannya semula dengan matahari pada waktu Sa'ah dan menguapkan/menghanguskan semua benda hingga tidak ditemukan tanda-tanda apapun sebagai penunjuk sementara jarak orbit matahari kala itu teramat dekat dengan bumi dan sebagai perwujudan dari apa yang selama ini dikenal orang dengan nama Padang Mahsyar].</strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong>Jika sekarang ini bumi kita diliputi oleh Atmosfir yang dalam AlQur&#8217;an, Atmosfir disebut sebagai Barkah [sesuatu yang melindungi sekaligus sebagai rahmat Allah] dengan lautan yang menggenangi hampir separuh daratan bumi, maka setelah Sa&#8217;ah tersebut, bumi menjadi telanjang dari Ionosfir sehingga pandangan mata dapat memandang lepas keseluruh penjuru langit dan air laut menjadi menguap menimbulkan bentuk-bentuk daratan baru dipermukaannya yang keadaannya tidak dapat diramalkan orang bagaimana bentuknya saat itu.</strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong>Coba anda perhatikan ayat-ayat Tuhan berikut ini : </strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><span style="color:red;"> Maka ketika bintang-bintang dilenyapkan [dari pandangan mata karena diseret komet]<br />
Dan apabila atmosfir telah dibuka dan gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu<br />
[yaitu meleleh karena jatuh dempet pada matahari].  (QS. 77:8-10) </span></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong> Pada prinsipnya, tempat hidup di Akhirat nanti adalah tempat hidup didunia ini juga yang sudah mengalami perombakan sedemikian rupa pada saat Sa&#8217;ah, sebab dimana lagi tempat lain yang mungkin didiami dalam semesta raya Tuhan kalau tidak dipermukaan salah satu planet ? Bukankah Tuhan pula menyatakan bahwa dibumi ini juga manusia akan dibangkitkan nantinya ? </strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dia berfirman: &#8220;Di sana engkau hidup dan disana pula engkau akan mati, dan dari sana pula engkau akan dibangkitkan. (QS. 7:25)</span></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan tidakkah manusia pikirkan bahwa Kami jadikan ia dari setitik Nutfah tetapi tiba-tiba ia jadi pembantah yang nyata, dan dia mengadakan perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: &#8220;Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang hancur luluh ?&#8221; Katakanlah: &#8220;Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala ciptaan.&#8221; (QS. 36:77-79)</span></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><span style="color:red;">Jika kamu ragu tentang kebangkitan nanti, maka sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah [Turab], kemudian dari setetes mani [Nutfah], kemudian dari segumpal darah ['Alaqah], kemudian dari segumpal daging [Mudgah] yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu. </span></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan Kami tetapkan dalam rahim [ibumu] apa yang Kami kehendaki sampai waktu tertentu, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian kamu sampai pada kedewasaanmu, dan diantara kamu ada yang diwafatkan [sebelumnya] dan diantara kamu ada yang dipanjangkan umurnya sampai pikun agar dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. (QS. 22:5)</span></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong> Pada hari kebangkitan itu, hari dimana setiap diri dihidupkan kembali nanti terdapatlah dua macam bentuk manusia yang memperlihatkan perbedaan yang menyolok ditentukan oleh perbedaan beriman dan kafirnya. </strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Pada hari yang akan ada muka yang putih berseri dan ada pula yang bermuka hitam muram.<br />
Kepada orang-orang yang hitam muram mukanya akan ditanyakan: &#8220;Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman karenanya rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu&#8221;. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah. (QS. 3:106-107) </span></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan ditiup sangkalala, maka secara cepat mereka keluar dari kuburnya bersegera kepada Tuhan mereka dan berkata :&#8221;Aduhai, celakalah kami ! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat istirahat kami ?&#8221; Inilah apa yang dijanjikan Yang Maha Pemurah dan benarlah [sabda] para Rasul. (QS. 36:51-52) </span></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong>Pemandangan dan pendengaran manusia dihari itu sangat tajam, jika sekarang ini manusia hidup dalam alam tiga dimensi dimana panca indera memiliki keterbatasan tertentu dalam pencapaiannya maka diakhirat kelak manusia akan hidup dalam alam 4 dimensi dimana penglihatan dan pendengaran tak terhalang dan tak dibatasi oleh ukuran tertentu dalam lingkungannya malah mereka akan melihat serta mendengar sesuatu pada gelombang yang sudah lama menggelombang keangkasa luas yang kemudian kembali memantul kepada panca indera mereka.</strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong>Keadaan seperti itu akan menakutkan manusia yang selalu berbuat dosa selama hidup sebelumnya, pada hari itu juga dia dapat kembali melihat rekaman kehidupannya yang pada hakekatnya adalah Neutron yang senantiasa merekam segala gerak gerik yang berlaku dalam hidup satu diri kemudian dia mengapung keangkasa sebagai anti partikel waktu dimana fungsi rekamannya berhenti karena tiada lagi yang direkamnya.</strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong>Para ahli sependapat bahwa masa lalu tidak hilang begitu saja tapi ia berpindah kewujud lainnya dan mengambang diangkasa yang beberapa diantaranya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu yang memiliki ketajaman indra ke-6 untuk melihat kejadian masa lalu yang pada intinya adalah mengadakan persesuaian frekwensi pikirannya kearah frekwensi rekaman yang ada, tinggal lagi sampai sejauh mana frekwensi manusia tersebut dapat melihat secara luas dan jauh rekaman yang dia inginkan yang tentu juga akan mengeluarkan banyak tenaga.</strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Sesungguhnya engkau berada dalam keadaan lalai tentang hari Akhir ini, maka Kami angkatkan darimu tutupan pancaindera [yang menutupimu sebelumnya], maka penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. (QS. 50:22)</span></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Diberitakan kepada manusia pada hari itu apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu akan melihat riwayat dirinya sendiri. (QS. 75:13-14)</span></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Awaslah, karena sesungguhnya tulisan untuk orang-orang yang pembangkang itu ada dalam Sijjin.<br />
Dan sudahkah engkau tahu apa Sijjin itu ?<br />
Yaitu Kitab Rekaman (QS. 83:7-9)</span></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Ingatlah, bahwa tulisan orang-orang baik itu ada dalam &#8216;Illiyyin.<br />
Tahukah engkau apakah &#8216;Illyyin itu ?<br />
Yaitu Kitab Rekaman (QS. 83:18-20)</span></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Dalam ayat yang lain Allah juga menerangkan dengan cukup jelas perihal Kitab catatan Raqid &#8216;Atid itu sebagai Mar&#8217;a yang dikeluarkan dari setiap benda. </strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Jagalah kesucian nama Tuhanmu Yang Maha tinggi.<br />
Yang telah menjadikan dan menyempurnakan.<br />
Dan yang telah menentukan serta menunjuki.<br />
Yang mengeluarkan Mar&#8217;a [berkas-berkas kehidupan]<br />
Lalu menjadikannya dalam keadaan mengapung dan berisikan catatan [gusaan ahwa]<br />
Kelak akan Kami beberkan padamu. (QS. 87:1-6) </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Sekarang kita tinggalkan pembahasan bagaimana kiranya Allah akan mengadili setiap makhluk berdasarkan Mar&#8217;a atau catatan hidupnya sendiri dengan penuh sifat keRahmanan dan keRahiman-Nya, namun satu hal yang pasti, Allah adalah hakim sebaik-baiknya yang akan mengadili segala sesuatu dengan segala ketentuan-Nya dan akan membalasi semua kebaikan dan kejahatan.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (QS. 10:109)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Kami adakan neraca-neraca yang adil pada hari kiamat, lantaran itu, sesuatu jiwa tidak akan teraniaya sedikitpun. Karenanya, meski amalannya hanya seberat biji khardal [sawi] pasti akan kami balasi. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. 21:47)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak akan mendapatkan balasan lain kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 36:54) </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Sekarang, mari kita mulai membahas dimanakah letak syurga dan neraka itu nantinya ?<br />
Setelah kejadian Sa&#8217;ah, manusia dibangkitkan kembali dari bumi ini yang sudah mengalami stelsel baru, dibumi ini juga manusia akan diadili oleh Allah berdasarkan catatan hidup manusia tersebut nantinya, lalu setelah selesai pengadilan tersebut, kemanakah manusia yang kafir akan pergi keneraka dan kemana pula manusia yang beriman akan menuju kesyurganya ?</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Satu hal, bahwa manusia dijadikan dengan tubuh yang konkrit baik itu sekarang maupun pada saat hari kebangkitan dan tubuh yang konkret inilah yang kelak akan merasakan manisnya Iman atau pedihnya azab neraka. Tak mungkin manusia yang konkrit akan ditempatkan dalam neraka yang abstrak.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Neraka itu bahasa Indonesia terambil dari bahasa Qur&#8217;an artinya Api menyala yang sangat besar.<br />
Api besar mana disemesta raya ini yang mungkin ditempati oleh jutaan milyar manusia kafir lengkap dengan segala Iblis dan para pengikutnya ?</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Mari perhatikan firman Allah dibawah ini : </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Adapun orang-orang yang celaka itu berada dalam neraka, untuk mereka dalamnya suara gemuruh dan ketakutan. Mereka kekal di dalamnya selama ada planet-planet dan bumi, kecuali jika Tuhanmu berkehendak untuk apa yang Dia ingini. (QS. 11:106-107) </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Pada ayat diatas ada disebutkan bahwa neraka itu akan tetap ada selama adanya planet-planet yang mengorbit dan juga bumi. Apakah maksudnya ?</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Tidak lain bahwa neraka itu sebenarnya adalah sistem matahari kita ini yang wujudnya tentu saja sudah diperbaharui pada saat Sa&#8217;ah sebelumnya dan malah ukurannya mungkin lebih besar dari yang ada sekarang karena dia sudah akan mendapatkan banyak &#8220;tamu&#8221; yang terdiri dari planet-planet dan bulan yang luluh kedalam gravitasinya pada waktu dempet kematahari pada hari Sa&#8217;ah.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Mari pula kita melihat apa yang dikabarkan oleh Nabi Musa kepada kaumnya tentang Neraka itu: </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> &#8220;Hai kaumku, bagaimana kamu ini, aku menyeru kamu kepada keselamatan tetapi kamu menyeru aku ke neraka ? Kamu mengajakku untuk kufur kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui sedangkan aku mengajak kamu kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Sebenarnya apa yang kamu serukan padaku tidak mempunyai hak apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan tempat kita kembali hanyalah kepada Allah sementara orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku serahkan urusanku kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya&#8221;. Maka Allah menyelamatkan dia dari kejahatan yang mereka atur dan telah pastilah azab yang jahat kepada golongan Fir&#8217;aun.</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Sa&#8217;ah itu akan dikatakan kepada malaikat : &#8220;Masukkanlah Fir&#8217;aun dan kaumnya kedalam azab yang sangat keras&#8221;. (QS. 40:41-46) </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Mari tinjau apa maksud ayat terakhir diatas (46) bahwa pada pagi dan petang akan diperlihatkan Neraka kepada mereka sedangkan waktu itu belumlah terjadi Sa&#8217;ah, yaitu pada hari mereka semuanya masih hidup [perhatikan hubungannya dengan ayat sebelumnya], tentulah sudah jelas bahwa matahari inilah yang dimaksudkan Neraka oleh Allah yang mereka lihat terbitnya setiap pagi dan petang.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Walaupun setiap hari Fir&#8217;aun melihat matahari tetapi dia tidak mengetahui bencana yang mungkin ditimbulkan oleh Api besar itu. Namun pada akhirnya sebagai penyebab kematiannya, Fir&#8217;aun dikaramkan oleh pembesaran radiasi matahari yang menimbulkan gelombang pasang di Lautan Hindia hingga Laut Merah bagian utara mengalir keselatan kemudian mengalir lagi keutara sembari menenggelamkan tentara Fir&#8217;aun yang mengikuti kaum Musa dari belakang sebagai salah satu mukjizat dan pertolongan Allah bagi Nabi Musa as.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Pada ayat suci yang lain ada juga dijelaskan betapa fungsi matahari sebagai salah satu bintang sekaligus salah satu Neraka yang diancamkan terhadap syaithan sesuatu siksaan yang perih dan membakar. </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Ingat, dalam semesta raya yang dikenal dengan nama &#8216;Arsy Allah ini terdapat jutaan bintang-bintang yang terdiri dari jutaan tatasurya dengan sistem mataharinya sendiri dan dengan planet-planet yang mengorbit padanya yang masih menurut Qur&#8217;an pun terdapat planet yang berkeadaan sama seperti bumi yang juga terdapat makhluk hidup. Dalam Qur&#8217;an ada disinggung pula bahwa syaithan itu terdiri dari 2 jenis, yaitu jenis manusia dan jenis Jin, Neraka pun dikenal ada beberapa tingkatan yang kesemuanya itu mengacu pada banyaknya sistem matahari yang ada. </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan sungguh Kami hiasi angkasa dunia ini dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu ancaman bagi syaithan dan Kami sediakan bagi mereka siksaan yang perih. (QS.67:5)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Dan sesuai dengan Qur&#8217;an, maka siapapun yang kafir terhadap Allah dan sudah masuk dalam matahari alias Neraka itu tiada akan dapat keluar lagi karena ia berlaku sebagai satu siksaan yang kekal dan berkaitan dengan ayat 11:106 dan 107 yang sudah kita bahas diatas. Barang siapa yang mencoba keluar dari sana maka sudah ada penjaga-penjaga yang terdiri dari para malaikat Allah merujuk pada ayat 66:6.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Lalu jika Neraka adalah matahari, mana pula yang disebut dengan Syurga itu ?<br />
Sebelumnya kita harus ingat lagi bahwa hidup di Akhirat nanti adalah hidup konkrit sebagaimana keadaan hidup sekarang ini hanya saja nantinya lebih sempurna, abadi dan tiada mengenal dosa dan semacamnya sebagaimana sekarang ini, sesuai pula dengan beberapa ayat Qur&#8217;an dan Hadist Rasulullah Muhammad Saw berikut : </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Adapun orang-orang yang dibahagiakan itu berada dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama masih ada planet-planet dan bumi, kecuali apa yang dikehendaki Allah. (QS. 11:108)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dari Abu Hurairah ra. katanya :<br />
Rasulullah Saw bersabda: &#8216;Sesungguhnya kamu tetap sehat dan tidak akan sakit untuk selama-lamanya. Sesungguhnya kamu tetap hidup dan tidak akan mati untuk selamanya. Sungguh kamu tetap muda dan tidak akan tua untuk selamanya. Sungguh kamu tetap senang dan tidak akan susah untuk selamanya. Itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah : &#8220;Dan mereka diseru bahwa itulah surga yang dipusakakan kepada kamu disebabkan apa yang pernah kamu kerjakan&#8221;. (QS. 7:43)<br />
(Hadist Riwayat Imam Muslim)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Sebagaimana Neraka, maka syurga itupun tentulah konkret dan ada dalam kawasan semesta Tuhan sebagaimana yang diterangkan pada ayat 11:108 diatas. Kesimpulannya ialah syurga yang dijanjikan itu adalah permukaan planet-planet yang telah dibaguskan sedemikian rupa oleh Allah pada hari Sa&#8217;ah. Itulah sebabnya kenapa Qur&#8217;an memakai istilah &#8220;Jannah&#8221; yang selain berartikan kebun, juga berartikan Syurga dengan bentuk pluralnya &#8220;Jannaat&#8221; yaitu sorga-sorga yang berartikan planet-planet.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Seperti yang sudah kita bahas dalam artikel <a href="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/kiamat.html">Mengungkap Kiamat</a> bahwa bulan akan menjadi tiada karena sudah hancur bergabung dengan matahari pada kejadian Sa&#8217;ah sehingga terciptalah siang-siang dalam setiap tatasurya yang masing-masing memiliki matahari/Neraka yang diorbit oleh planet-planet dalam jarak orbitnya yang baru.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh itu, Kami tempatkan mereka dari syurga itu selaku tempat tinggi yang bergerak siang-siang dibawahnya, mereka kekal didalamnya. (QS. 29:58)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Akan tetapi orang-orang yang muttaqien padaTuhannya, untuk mereka tempat tinggi yang di atasnya ada tempat tinggi lagi selaku bangunan yang bergerak di bawahnya siang-siang sebagai janji Allah dan Allah tidak akan merubah janji tersebut. (QS. 39:20)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Mereka dan istrinya berada pada zilaal (planet yang melakukan transit) diatas singgasana bersenang-senang. (QS. 36:56)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dalam syurga itu mereka bersenang-senang diatas [planet sebagai] singgasana ['Arsy Tuhan], tidaklah mereka melihat matahari [dari dalamnya] dan tidak pula panas terik. (QS. 76:13)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Arti Anhaar bukanlah &#8220;sungai-sungai&#8221; sebagaimana yang ditafsirkan orang selama ini untuk menunjukkan keadaan dalam syurga, kata Anhaar selalu diiringi dengan istilah &#8220;dibawahnya&#8221; selain itu kata Anhaar sebagai jamak atau plural dari Nahaar yang berarti &#8220;siang&#8221; seperti Layaal jamak dari Lailu yang berarti &#8220;malam&#8221; sehingga kata Anhaar berarti &#8220;siang-siang&#8221;. Namun memang dalam beberapa ayat Qur&#8217;an yang lainnya, kata Anhaar dapat berarti &#8220;sungai-sungai&#8221; sebagai jamak dari Nahru, dan disinilah kita harus pandai memilah mana yang harus ditafsirkan siang dan mana yang harus ditafsirkan dengan sungai. Untuk penafsiran &#8220;sungai&#8221; itu umumnya diiringi istilah &#8220;padanya&#8221;, sebagai contoh : </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada para Muttaqien adalah *Padanya ada Anhaar* dari air yang tak membusuk dan *Anhaar* dari susu yang tidak berubah rasanya&#8230;&#8221; (QS. 47:15)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Jadi letak syurga itu sendiri adalah beberapa bagian planet yang sudah diperbaharui yang tetap mengorbit matahari dengan orbit lintasan yang baru pula yang memiliki keadaan tanah yang sangat subur sesuai dengan sifat Jannah yang berarti kebun yang mana dalam hal ini syurga tersebut adalah laksana planet yang berada dalam jalur lintasan Neptunus atau malah juga Pluto pada saat ini, sebab mereka adalah planet-planet yang memiliki jarak terjauh dari matahari sehingga maksud ayat 76:13 dapat terpenuhi.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Dan memang jika syurga itu adalah berada dalam jalur lintasan Neptunus atau Pluto, maka syahlah pendapat yang mengatakan bahwa siang-siang bergerak dibawahnya, yaitu dibawah orbit mereka. Dalam ayat Qur&#8217;an yang lain pula dinyatakan bahwa adanya penduduk syurga yang melewati Neraka dan berseru kepada mereka. Selain itu, digambarkan pula bahwa penduduk syurga akan mendapatkan beberapa makanan yang kesemuanya menyerupai makanan yang bisa kita temui saat ini.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dan penghuni surga menyeru penghuni neraka: &#8220;Sungguh, telah kami dapati kebenaran sebagai apa yang dulu dijanjikan Tuhan kepada kami. Maka apakah kamu pun telah mendapati apa yang sudah dijanjikan Tuhan kepada kalian ?&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Benar !&#8221;. (QS. 7:44)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan ketika mereka memandang kepada penduduk Neraka, mereka berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zalim itu&#8221;. (QS. 7:47)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan gembirakanlah orang-orang beriman dan beramal shaleh itu, bahwa bagi mereka ada surga-surga [planet-planet] yang bergerak siang-siang dibawahnya. Setiapkali mereka diberi buah-buahan dari syruga itu, mereka mengatakan: &#8220;Inilah yang pernah diberikan kepada kita dahulu&#8221;.<br />
Padahal yang diberikan pada mereka itu adalah yang disamarkan, dan bagi mereka ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalam syurga tersebut. </span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Sungguh Allah tiada segan membuat perumpamaan apa saja, nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?&#8221;. Dengan perumpamaan itu didapati beberapa banyak orang yang tersesat tapi dengan perumpamaan itu pula beberapa banyak orang yang mendapatkan petunjuk. Dan tidak akan tersesat dengannya melainkan orang-orang yang fasik. (QS. 2:25-26)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Lalu bagaimana cara manusia untuk sampai ke syurga yang berupa planet yang tinggi dan bertingkat-tingkat sesuai dengan garis orbit atau edarannya pada matahari/Neraka itu ? Dan bagaimana pula cara manusia kafir itu berjalan menuju matahari ?</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dan mereka yang taqwa kepada Tuhannya dihimpun ke syurga berombongan hingga ketika mereka sampai kesana, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah para penjaganya: Keselamatan atas kamu, kamu merasakan kebaikan, maka masukilah dia sebagai orang-orang yang kekal.&#8221; (QS. 39:73)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;">Dan planet-planet (zilaal = yang melakukan transit) jadi dekat atas mereka dan diharmoniskan pencapaiannya seharmonisnya. Lalu diputarkan diatas mereka sesuatu yang naik cepat dari perak (warna putih) dan piala-piala yang mengkilap, yaitu benda mengkilap dari perak yang Dia tentukan dengan ketentuan. (QS. 76:14-16)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Sampai disini kita sudah berbicara masalah sesuatu yang terbang cepat diatas manusia yang berwarna putih mengkilap dibuat dari perak laksana berbentuk piala [panjang mungkin seperti cerutu] yang akan mencapai planet-planet syurga secara berombongan yang letaknya dekat [karena cepatnya lesatan benda tsb maka dianggap tempat tujuan adalah dekat] sehingga dikatakan pula seharmonis mungkin.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Nah &#8230; disini untuk yang keranjingan UFO tampaknya sudah memiliki pandangan tersendiri kira-kira bagaimana bentuk dan kecepatan pengangkut Jemaah Syurga ini berlandaskan ayat 76:16)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Pertanyaan selanjutnya, dapatkah penduduk syurga yang satu berkunjung kesyurga yang lainnya saling berkunjung satu sama lainnya ?<br />
Untuk mencari jawaban dari pertanyaan ini, maka mari kita simak keterangan berikut ini: </strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><span style="color:red;"> Dari Abu Sa&#8217;id Al Khudri ra. katanya :<br />
Rasulullah Saw bersabda: &#8216;Sesungguhnya orang-orang yang mendiami syurga melihat orang-orang yang mendiami tempat tinggi diatas mereka sebagaimana mereka melihat bintang bercahaya yang jauh diufuk timur atau barat, karena berbeda tingkat kediaman antara mereka.&#8217; Para sahabat bertanya: &#8216;Ya Rasulullah! Apakah itu hanya tempat berdiamnya para Nabi dan tidak dapat didatangi oleh selain mereka ?&#8217; Jawab Nabi: &#8216;Bisa, demi Tuhan yang diriku dalam kekuasaan-Nya! yaitu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-rasul&#8217;. (HR. Imam Muslim)</span></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;color:black;"><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong><strong> Demikianlah kiranya satu penafsiran yang saya lakukan atas beberapa kisah yang terdapat dalam AlQur&#8217;an, khususnya mengenai hari Sa&#8217;ah atau kiamat dan fenomena yang mengitarinya termasuk masalah Syurga dan Neraka berdasarkan kajian saya terhadap AlQur&#8217;an dan Hadist Rasulullah disertai beberapa argumentasi ilmiah yang tentu saja kemungkinan untuk salah masih terlalu besar dan banyak. Jadi, silahkan anda mengikuti pemikiran saya ini jika anda sependapat dengan saya serta silahkan anda memakai penafsiran anda sendiri jikapun anda memiliki penafsiran yang jauh lebih baik tanpa perlu harus ribut-ribut antara kita.</strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></strong></span></p>
<p style="text-align:left;">Suber : http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/kiamat2.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=75&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/30/hidup-sesudah-mati-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/bismil.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/bar1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246/kawat.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketuban Pecah Dini</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/ketuban-pecah-dini-kpd/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/ketuban-pecah-dini-kpd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 14:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[ketuban pecah dini]]></category>
		<category><![CDATA[salmah kpd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Ketuban Pecah Dini (KPD) ; Memasuki usia kehamilan trimester ketiga tiba-tiba ibu hamil mengeluarkan cairan dari vagina seperti mengompol. Selain keluarnya cairan ini tak dapat ditahan, si ibu pun tak merasakan mulas maupun sakit. Dalam istilah medis, kondisi ini biasanya disebut dengan ketuban pecah dini. Sebenarnya ada banyak pertanyaan mengenai cairan ketuban. Apa fungsinya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=65&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" style="height:22px;" border="0" width="684">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%">Ketuban Pecah Dini (KPD)</td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="Print" href="http://www.bayisehat.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=182&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=13" target="_blank"><img src="http://www.bayisehat.com/images/M_images/printButton.png" border="0" alt="Print" align="middle" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.bayisehat.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=182&amp;itemid=13" target="_blank"><img src="http://www.bayisehat.com/images/M_images/emailButton.png" border="0" alt="E-mail" align="middle" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div style="float:right;padding-bottom:10px;margin-left:10px;text-align:right;">;</div>
<div>Memasuki usia kehamilan trimester ketiga tiba-tiba ibu hamil  mengeluarkan cairan dari vagina seperti mengompol. Selain keluarnya cairan ini  tak dapat ditahan, si ibu pun tak merasakan mulas maupun sakit. Dalam istilah  medis, kondisi ini biasanya disebut dengan ketuban pecah dini.</div>
<div>Sebenarnya ada banyak pertanyaan mengenai cairan ketuban. Apa  fungsinya dan seberapa bahaya jika terjadi pecah dini atau pecah sebelum  waktunya? Berbahayakan kondisi tersebut bagi ibu dan janin? Mengapa bisa terjadi  dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasan singkatnya mengenai cairan ajaib  ini agar ibu hamil mendapatkan informasi yang jelas dan tepat:</div>
<div><strong>Apakah kantung ketuban itu?</strong></div>
<div>Kantung ketuban adalah sebuah kantung berdinding tipis yang  berisi cairan dan janin selama masa kehamilan. Dinding kantung ini terdiri dari  dua bagian. Bagian pertama disebut amnion, terdapat di sebelah dalam. Sedangkan,  bagian kedua, yang terdapat di sebelah luar disebut chorion.</div>
<div><strong>Apakah cairan ketuban itu?</strong></div>
<div>Cairan ketuban adalah cairan yang ada di dalam kantung  amnion. Cairan ketuban ini terdiri dari 98 persen air dan sisanya garam  anorganik serta bahan organik. Cairan ini dihasilkan selaput ketuban dan diduga  dibentuk oleh sel-sel amnion, ditambah air kencing janin, serta cairan otak pada  anensefalus. Pada ibu hamil, jumlah cairan ketuban ini beragam. Normalnya antara  1 liter sampai 1,5 liter. Namun bisa juga kurang dari jumlah tersebut atau lebih  hingga mencapai 3-5 liter. Diperkirakan janin menelan lebih kurang 8-10 cc air  ketuban atau 1 persen dari seluruh volume dalam tiap jam.</div>
<div><strong>Manfaat air ketuban</strong></div>
<div>Pada ibu hamil, air ketuban ini berguna untuk mempertahankan  atau memberikan perlindungan terhadap bayi dari benturan yang diakibatkan oleh  ‘lingkungannya’ di luar rahim. Selain itu air ketuban bisa membuat janin  bergerak dengan bebas ke segala arah. Tak hanya itu, manfaat lain dari air  ketuban ini adalah untuk mendeteksi jenis kelamin, memerikasa kematangan  paru-paru janin, golongan darah serta rhesus, dan kelainan kongenital (bawaan),  susunan genetiknya, dan sebagainya. Caranya yaitu dengan mengambil cairan  ketuban melalui alat yang dimasukkan melalui dinding perut ibu.</div>
<div><strong>Mengapa disebut ketuban pecah dini?</strong></div>
<div>Ada dua macam kemungkinan ketuban pecah dini, yaitu premature  rupture of membrane dan preterm rupture of membrane. Keduamya memiliki gejala  yang sama, yaitu keluarnya cairan dan tidak ada keluhan sakit. Tanda-tanda  khasnya adalah keluarnya cairan mendadak disertai bau yang khas, namun berbeda  dengan bau air seni. Alirannya tidak terlalu deras keluar serta tidak disetai  rasa mulas atau sakit perut. Namun, adakalanya hanya terjadi kebocoran kantung  ketuban. Tanpa disadari oleh ibu cairan ketuban merembes sedikit demi sedikit  hingga cairan ini makin berkurang. Akan terdeteksi jika si ibu baru merasakan  perih dan sakit jika si janin bergerak-gerak.</div>
<div>Penyebabnya adalah karena terjadi perobekan pada kantung  ketuban karena trauma atau mulut rahim yang lemah sehingga tidak bisa menahan  kehamilan. Bisa juga karena ketegangan rahim yang berlebihan, seperti kehamilan  ganda atau hidramnion, kelainan letak janin seperti sungsang atau melintang,  atau kelainan bawaan dari selaput ketuban. Bisa pula karena infeksi yang  kemudian menimbulkan proses biomekanik pada selaput ketuban sehingga memudahkan  ketuban pecah.</div>
<div><strong>Apa yang harus dilakukan?</strong></div>
<div>Segera periksakan diri ke dokter jika ibu mendapati ada  tetesan atau cairan yang mengalir keluar dari vagina. Sebab pemerikasaan yang  dilakukan oleh dokter akan menentukan Pemeriksaan apakah janin masih bisa tetap  tinggal di dalam rahim atau sebaliknya. Umumnya setelah ketuban pecah, dokter  akan memantau kondisi ibu dan janin. Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan  jernih, berarti keadaan janin masih baik sehingga ibu hamil bisa terus  mempertahankan kehamilannya.</div>
<div>Berikut ini beberapa kondisi kehamilan dengan pengobatan yang  berbeda:</div>
<div>
<ol>
<li>Jika kehamilan kurang dari 38 minggu akan dilakukan metode konservatif. Ibu  hamil diwajibkan istirahat, dibantu dengan pemberian obat-obatan yang tidak  menimbulkan kontraksi, biasanya melalui infus.</li>
<li>Bila si bayi belum cukup besar, dokter akan memberikan obat-obatan untuk  mematangkan paru-parunya agar jika terpaksa dilahirkan, janin sudah siap hidup  di luar rahim ibunya. Kecuali itu, ibu pun akan diberi antibiotika untuk  mencegah infeksi.</li>
<li>Ibu hamil harus bed rest untuk mencegah air ketuban keluar dalam jumlah  lebih banyak. Sementara itu, lapisan kantung yang sebelumnya terbuka pun akan  menutup kembali. Cairan ketuban akan dibentuk kembali oleh amnion, sehingga  janin bisa tumbuh lebih matang lagi.</li>
<li>Untuk sementara waktu, berhentilah melakukan hubungan seksual bila ada  indikasi yang menyebabkan ketuban pecah dini, seperti mulut rahim yang lemah.</li>
<li>Begitu mengetahui ada rembesan cairan dari vagina segera gunakan pembalut  yang dapat menyerap air ketuban. Penggunaan pembalut ini pun berguna untuk  memudahkan Anda membedakan cairan ketuban dengan cairan lain dari bau serta  warnanya.</li>
</ol>
</div>
<div>Sumber: <strong>www.conectique.com </strong></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=65&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/ketuban-pecah-dini-kpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bayisehat.com/images/M_images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Print</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bayisehat.com/images/M_images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pre-Eklampsia</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/pre-eklampsia/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/pre-eklampsia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu pengertian pre-eklampsia]]></category>
		<category><![CDATA[awas pre-eklampsia]]></category>
		<category><![CDATA[pe]]></category>
		<category><![CDATA[pre-eklampsia]]></category>
		<category><![CDATA[preeklamspia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Awas Preeklampsia! Gangguan ini sering muncul dan jangan anggap remeh. Preeklampsia merupakan gejala awal dari eklampsia alias keracunan dalam kehamilan. Preeklampsia sering muncul di trimester ketiga kehamilan. Tetapi, gangguan ini bisa juga muncul di trimester pertama. Yang pasti, gangguan ini kerap terjadi pada usia kehamilan 20 minggu dan pada wanita yang hamil anak pertama. Apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=55&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--> <strong>Awas Preeklampsia!</strong><br />
<a href="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/images.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-57" src="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/images.jpeg?w=62&#038;h=101" alt="" width="62" height="101" /></a>Gangguan ini sering muncul dan jangan anggap remeh. Preeklampsia merupakan gejala awal dari eklampsia alias keracunan dalam kehamilan.</p>
<p>Preeklampsia sering muncul di trimester ketiga kehamilan. Tetapi, gangguan ini bisa juga muncul di trimester pertama. Yang pasti, gangguan ini kerap terjadi pada usia kehamilan 20 minggu dan pada wanita yang hamil anak pertama.</p>
<p><strong>Apa saja gejalanya?</strong></p>
<p>Umumnya, preeklampsia ditandai dengan sekumpulan gejala, seperti:</p>
<ul>
<li>Meningkatnya tekanan darah secara drastis (hipertensi) hingga lebih dari 140/90 mmHg.</li>
<li>Adanya kandungan protein di dalam urin.</li>
<li>Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan, dan kadang-juga kadang wajah. Tapi, yang terutama sering bengkak adalah kaki.</li>
</ul>
<p><strong>Adakah gejala lain?</strong></p>
<p>Selain itu, waspadai juga gejala seperti:</p>
<ul>
<li>Pusing yang sangat hebat, terutama pada dahi di atas mata. Ini mungkin akibat meningkatnya tekanan darah.</li>
<li>Kenaikan berat badan secara drastis. Misalnya, naik 1 kg dalam seminggu.</li>
<li> Gangguan penglihatan, seperti mata berkunang-kunang.</li>
<li> Sakit di ulu hati. Ingat, sakit ini sering rancu dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan.</li>
<li> Susah buang air besar.</li>
<li> Jadi peka, seperti tak tahan terhadap suara yang keras.<span id="more-55"></span></li>
</ul>
<p><strong>Apa penyebabnya</strong></p>
<p>Hingga kini, penyebab dari gangguan ini belum diketahui dengan pasti. Tetapi, sejumlah teori mengatakan, preeklampsia mungkin saja terjadi karena bermasalahnya sistem kekebalan tubuh. Bisa juga, gangguan ini muncul akibat terjepitnya pembuluh darah, sehingga aliran pembuluh darah pada plasenta jadi terganggu.</p>
<p><strong>Apa bahayanya?</strong></p>
<p>Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ atau pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini tentulah bisa menyebabkan kematian.<br />
<strong><br />
Bagaimana penanganannya?</strong></p>
<p>Setelah terdiagnosa, dokter akan mengontrol tekanan darah Anda. Selain itu, ia akan menilai keadaan organ-organ yang terlibat (seperti ginjal, jantung, paru, hati, mata, otak dan sistem saraf) karena dikhawatirkan terjadi gangguan fungsi. Juga, akan dilakukan pemeriksaan terhadap keadaan janin. Pemeriksaan ini menentukan tindakan yang akan diambil: apakah kehamilan diperpanjang atau “terpaksa” dihentikan.<br />
Bila gejala belum hilang</p>
<p>Bila langkah-langkah di atas masih belum bisa mengontrol preeklampsia, maka dokter akan memberi magnesium sulfat (MgSO4) yang merupakan obat anti kejang. Kok begitu? Jika tidak ditangani dengan baik, takutnya dapat menimbulkan eklampsia (kejang-kejang akibat keracunan kehamilan), yakni kondisi lanjutan dari preeklampsia yang menandai adanya keterlibatan organ otak.</p>
<p><strong>Apa akibat eklampsia?</strong></p>
<p>Di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Mengganggu fungsi organ lain dari tubuh Anda.</li>
<li>Dalam keadaan kejang, bisa saja Anda membentur benda-benda di sekitarnya dan ini kan membahayakan diri Anda.</li>
<li><span lang="DE">Kiriman oksigen dari plasenta lewat tali pusat ke bayi akan tersendat-sendat. Akibatnya? Bayi Anda tidak mendapat oksigen secara maksimal. Padahal, ini bisa mengakibatkan gangguan perkembangan bila ia lahir nanti.</span></li>
</ul>
<p><strong>Mungkinkah dicegah?</strong></p>
<p>Sebenarnya, yang diperlukan adalah kontrol antenatal. Sehingga, jika timbul gejala-gejala awal preeklampsia, bisa segera dicegah dan diambil tindakan. Dengan begitu, tidak terjadi komplikasi lanjutan.<br />
<strong><br />
Laila Andaryani Hadis</strong><br />
Konsultasi ilmiah: dr. Ali Sungkar Sp.OG, POGI Jaya, Subbagian Fetomaternal, Bagian Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=55&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/pre-eklampsia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/images.jpeg?w=70" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benci ?</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/benci/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/benci/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya. Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=51&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Benci</strong> atau <strong>kebencian</strong> adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=51&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/benci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta ?</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/cinta/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asa1707.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=44&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/180px-love_heart_uidaodjsdsew.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-49" src="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/180px-love_heart_uidaodjsdsew.gif?w=92&#038;h=88" alt="" width="92" height="88" /></a><!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta</strong> adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan <span style="text-decoration:none;color:#000000;">afeksi</span> terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Cinta terhadap <span style="text-decoration:none;color:#000000;">keluarga</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="ES">Cinta      terhadap teman-teman, atau </span><span style="text-decoration:none;color:#000000;">philia</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="ES">Cinta      yang </span><span style="text-decoration:none;color:#000000;">romantis</span><span lang="ES"> atau juga disebut </span><span style="text-decoration:none;color:#000000;">asmara</span></li>
<li class="MsoNormal">Cinta yang hanya merupakan <span style="text-decoration:none;color:#000000;">hawa      nafsu</span> atau cinta <span style="text-decoration:none;color:#000000;">eros</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Cinta sesama</span> atau      juga disebut <span style="text-decoration:none;color:#000000;">kasih sayang</span> atau <span style="text-decoration:none;color:#000000;">agape</span></li>
<li class="MsoNormal">Cinta dirinya sendiri, yang disebut <span style="text-decoration:none;color:#000000;">narsisme</span></li>
<li class="MsoNormal">Cinta akan sebuah konsep tertentu</li>
<li class="MsoNormal">Cinta akan negaranya atau <span style="text-decoration:none;color:#000000;">patriotisme</span></li>
<li class="MsoNormal">Cinta akan bangsa atau <span style="text-decoration:none;color:#000000;">nasionalisme</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bahasa, termasuk <span style="text-decoration:none;color:#000000;">bahasa Indonesia</span> atau <span style="text-decoration:none;color:#000000;">bahasa Melayu</span> apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di <span style="text-decoration:none;color:#000000;">Eropa</span>, terlihat lebih banyak <span style="text-decoration:none;color:#000000;">kosakatanya</span> dalam mengungkapkan <span style="text-decoration:none;color:#000000;">konsep</span> ini. Termasuk juga <span style="text-decoration:none;color:#000000;">bahasa Yunani</span> kuna, yang membedakan antara tiga atau lebih <span style="text-decoration:none;color:#000000;">konsep</span>: <em><span style="text-decoration:none;color:#000000;">eros</span></em>, <em><span style="text-decoration:none;color:#000000;">philia</span></em>, dan <em><span style="text-decoration:none;color:#000000;">agape</span></em>.<span id="more-44"></span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a id="Mendefinisikan_cinta" name="Mendefinisikan_cinta"></a><span class="mw-headline">Mendefinisikan cinta</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut <span style="text-decoration:none;color:#000000;">Erich Fromm</span>, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Pengenalan</li>
<li class="MsoNormal">Tanggung jawab</li>
<li class="MsoNormal">Perhatian</li>
<li class="MsoNormal">Saling menghormati</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat <span style="text-decoration:none;color:#000000;">hipotesis Sapir-Whorf</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada &#8216;jiwa&#8217; atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep <span style="text-decoration:none;color:#000000;">abstrak</span>, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya</p>
<h3 style="text-align:justify;"><a id="Cinta_antar_pribadi" name="Cinta_antar_pribadi"></a><span class="mw-headline"> </span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span class="mw-headline">Cinta antar pribadi</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Afeksi</span>: menghargai orang lain</li>
<li class="MsoNormal">Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Altruisme</span>: perhatian non-egois kepada      orang lain</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Reciprocation</span>: cinta      yang saling menguntungkan</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Commitment</span>: keinginan      untuk mengabadikan cinta</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Keintiman      emosional</span><span lang="ES">: berbagi      emosi dan rasa</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Kinship</span>: ikatan keluarga</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Passion</span>: nafsu      seksual</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Physical intimacy</span>:      berbagi kehidupan erat satu sama lain</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Self-interest</span>: cinta      yang mengharapkan imbalan pribadi</li>
<li class="MsoNormal"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Service</span>: keinginan untuk membantu</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobby yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=44&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/26/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/180px-love_heart_uidaodjsdsew.gif?w=180" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Jiwa Mandiri</title>
		<link>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/18/saudaraku/</link>
		<comments>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/18/saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa1707</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen Hati]]></category>
		<category><![CDATA[aa gym]]></category>
		<category><![CDATA[asaq]]></category>
		<category><![CDATA[indahnya kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah SWT. Perjuangan kita untuk menjaga harga diri dari meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan kita. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri. Satu hal yang telah hilang dari bangsa kita adalah harga diri. Betapa kita sangat bergantung kepada negara lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=1&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/asa.jpg"><img class="size-medium wp-image-61 alignleft" src="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/asa.jpg?w=100&#038;h=56" alt="" width="100" height="56" /></a>Kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah SWT. Perjuangan kita untuk menjaga harga diri dari meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan kita. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu hal yang telah hilang dari bangsa kita adalah harga diri. Betapa kita sangat bergantung kepada negara lain untuk pinjaman dan investasi. Tak aneh bila negara kita memiliki banyak utang sehingga mudah dipermainkan oleh negara yang meminjami utang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengapa semua ini terjadi? Jawabnya, sebagian besar kita terlalu sibuk membangun aksesoris duniawi yang dianggap serba berharga. Kita tidak sibuk membangun harga diri. Tidak mengherankan apabila ada orang yang jabatannya tinggi, tapi perbuatannya rendah dan nista. Atau ada yang hartanya banyak, tapi jiwanya miskin. Kita terlalu menganggap topeng dunia sebagai sumber kemuliaan dan harga diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah menjadi keniscayaan, setiap kita bergantung kepada selain Allah, pasti kita akan takut kalau sandaran itu diambil orang. Bila kita dengan sepenuh hati bergantung kepada Allah SWT, maka yakinlah bahwa Allah tidak akan mengabaikan orang yang bersungguh-sungguh berharap kepada-Nya. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman, &#8220;Apabila seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Apabila ia mendekati-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta&#8221;.<span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sini jelas bahwa kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah. Perjuangan kita untuk menjaga harga diri dengan tidak meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan sejati. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri. Orang yang mandiri, hidupnya akan bebas dan merdeka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keuntungan lain dari sikap mandiri adalah tumbuhnya rasa percaya diri. Kemandirian akan sumber kekuatan dan vitalitas dalam perjuangan. Orang yang percaya diri bisa melakukan pekerjaan jauh lebih banyak, kata-katanya jauh lebih bermakna, dan waktunya akan jauh lebih efektif daripada orang selalu bergantung kepada orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan bersikap mandiri hidup akan terasa lebih tenang. Seorang istri tidak akan pernah khawatir ditinggal oleh suaminya, bila ia memiliki sikap mandiri. Ia tahu bahwa semua rezeki sudah diatur secara adil oleh Allah SWT. Tak ada satu pun makhluk kecuali sudah ditetapkan rezekinya. Tugas kita adalah menjemput dan mencari berkah dari karunia Allah SWT tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita harus mulai bangkit menjadi bangsa yang mandiri. Bangsa yang mandiri tidak akan pernah terwujud selama pribadi-pribadi yang menyusun bangsa tersebut tidak pernah belajar menjadi pribadi yang mandiri. Apa kuncinya? Pertama, mandiri adalah sikap mental. Jadi seseorang harus memiliki tekad kuat untuk menjadi orang yang mandiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam hidup yang hanya sekali ini, kita harus terhormat dan jangan menjadi budak dari apapun selain Allah SWT. Tekadkan terus untuk selalu menjaga kehormatan diri dan pantang menjadi beban. Andai pun hidup kita membebani orang lain, kita harus berusaha membalas dengan apa-apa yang bisa kita lakukan. Ketika kita membebani orang tua, maka</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">harga diri kita adalah membalas kebaikan mereka. Begitupun kepada guru, teman, atau tetangga. Jangan sampai diri kita terhina karena menjadi benalu atau peminta-minta yang hanya bisa menyusahkan orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, kita harus memiliki keberanian. Berani apa? Berani mencoba dan berani memikul risiko. Hanya dengan keberanian orang bisa bangkit untuk mandiri. Tidak pernah kita berada di atas tanpa terlebih dahulu memulai dari bawah. Adalah mimpi menginginkan hidup sukses tanpa mau bersusah payah dan berkorban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sungguh, dunia ini hanyalah milik para pemberani. Kesuksesan, kebahagiaan, dan kehormatan sejati hanyalah milik pemberani. Orang pengecut tidak akan pernah mendapatkan apa-apa karena ia melumpuhkan kekuatannya sendiri. Kejarlah dunia ini dengan keberanian. Lawanlah ketakutan dengan keberanian. Takut gelap, berjalanlah di tempat gelap. Takut berenang, segeralah menceburkan diri ke air. Semakin kita mampu melawan rasa takut, rasa malas, dan rasa tidak berdaya, maka akan semakin dekat pula keberhasian itu dengan diri kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semakin sering kita melawan rasa takut, insya Allah keberanian akan muncul perlahan-lahan. Tentu semua ada risikonya, tapi inilah harga yang harus kita bayar dalam mengarungi hidup. Kalau kita tidak mau membayar harganya, kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga, nikmatilah proses. Segalanya tidak ada yang instan, semua membutuhkan proses. Menjalani proses adalah sunatullah. Negeri ini tidak mungkin berubah dalam sehari atau dua hari. Kita harus belajar menikmati proses perjuangan, menikmati tetesan keringat dan air mata. Perjuangan adalah nilai kehormatan kita yang sesungguhnya. Kita jangan terlalu memikirkan hasil. Tugas kita adalah melakukan yang terbaik. Allah tidak akan memandang hasil yang kita raih, tapi Ia akan memandang dan menilai kegigihan kita dalam berproses.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keterpurukan yang menimpa bangsa kita, salah satu penyebabnya adalah karena kita ingin segera mendapatkan hasil. Padahal, tidak mungkin ada hasil, tanpa memperjuangkannya terlebih dahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita tidak tahu kapan negeri ini akan bangkit. Tetapi bagaimana pun kita harus memulai dengan sesuatu. Ingatlah selalu kisah seorang kakek yang dengan semangat menanam pohon kurma. Ketika ditanya untuk apa ia melakukan semua itu, ia menjawab, &#8220;Bukankah kita makan kurma sekarang ini karena jasa orang-orang yang sudah meninggal. Kenapa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kita tidak mewariskan sesuatu untuk generasi sesudah kita?&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun, jangan sampai kegigihan dan kemandirian yang kita lakukan mendatangkan rasa ujub akan kemampuan diri. Proses kemandirian yang sejati harus membuat kita tawadhu, rendah hati. Sertailah kegigihan kita untuk mandiri dengan rasa tawadhu dan tawakal kepada Allah SWT, karena tidak ada sedikit pun kekuatan dalam diri kita kecuali dengan kekuatan dari Allah Yang Mahakuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Intinya, kemandirian bukan untuk berbangga diri, tapi harus membuat kita lebih memiliki harga diri, bisa berprestasi, dan tidak membuat kita tinggi hati. Wallahua&#8217;lam bish-shawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">( KH Abdullah Gymnastiar )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asa1707.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asa1707.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asa1707.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asa1707.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asa1707.wordpress.com&amp;blog=4256791&amp;post=1&amp;subd=asa1707&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asa1707.wordpress.com/2008/07/18/saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2c4f6eac758ec397336bdbb9d976e3d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asa1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asa1707.files.wordpress.com/2008/07/asa.jpg?w=125" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
