Drama Pemurtadan di Indonesia

Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan
julukan “komunitas muslim terbesar di dunia” yang disandangnya.
Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat
Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen) . Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 persen, umat
Katolik 3,6 persen, Hindu 1,8 persen, Budha 1 persen dan agama lain 0,3
persen.

Sebagai dai, kita tidak boleh silau mata dengan besarnya angka-angka
mayoritas di atas. Apalagi, data-data terkini, mencatat bahwa jumlah umat
Islam anjlok drastis dari 90 persen menjadi 75 persen (tabloid SIAR edisi
No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14).

Terllepas dari validitas dan akurasi data di atas, perlu dicermati pula
hasil temuan Litbang Departemen Agama, bahwa panyebab penurunan populasi
umat Islam nusantara itu ada dua hal:

Injil

Injil

Pertama, Keberhasilan program KB yang dilakukan dengan gencar kepada kaum
muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah
didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB
mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen ja uh lebih cepat
dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.

Kedua, Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar,
semakin hari semakin canggih dan tidak mengindahkan kode efik penyiaran
agama.

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penyimpangan-penyimpangan
penyiaran agama sering kali dipakai para missionaris untuk menyebarkan
Injil dan kekristenan di nusantara, antara lain:

Pembangunan Gereja di lingkungan masyarakat Mayoritas Muslim

Di tengah-tengah warga mayoritas muslim, pihak Salib melanggar SKB menteri
dengan membangun gereja yang megah. Untuk mengisi dan meramaikan gereja
pada saat kebaktian, didatangkanlah jemaat Kristen dari tempat lain yang
berjauhan. Dengan demikian, syiar m ereka berlahan-lahan menarik simpati
warga yang lemah iman.

Kasus yang terbaru adalah terusiknya ketenangan warga Depok dengan
kehadiran GPIB Shalom, akhirnya membuahkan penanganan ilegal. Sebagai kado
pada ulang tahunnya yang ke-31, CPIB Depok yang agresif itu dibakar warga.

Sejak awalnya, pendirian gereja itu selalu ditentang warga sekita dengan
alasan karena lokasi itu mayoritas Islam. Sedangkan keluarga Kristen hanya
beberapa gelintir orang saja. Dengan sikap nekadnya, maka pihak Kristen
mendirikan GPIB Shalom, tepatnya d i Jl. Kembang Lio Boji, Depok, Bogor,
Jawa Barat. Cara pendiriannya pun ditempuh melalui lobi-lobi licik.

Setelah gareja itu berdiri megah, maka untuk mengisinya didatangkan
orang-orang Kristen dari tempat lain yang berjauhan. Setiap Minggu,
kegiatan gereja tidak pernah sepi oleh orang-orang Kristen impor. Dengan
syiar Kristen ini, maka beberapa keluarga musl im yang amblas iman
Islamnya, murtad menjadi Kristen, mempertuhankan Yesus.

Namun, umat Kristen yang cuma segelintir itu semakin berani. Dengan
semboyan maju tak gentar, ultimatum serius itu dianggapnya sebagai gertak
sambal yang tidak menakutkan. Akhirnya, ultimatum warga menjadi kenyataan.
Setelah sekian lama memberikan toleran si sambil menahan emosi, maka pada
hari Selasa, 2 Nopember 1999 dini hari, GPIB Shalom Depok diamuk masa,
dirusak dan dibakar habis. Kesabaran manusia ada batasnya.

Kristenisasi kepada Pasien Muslim

Di beberapa rumah sakit, misalnya di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta, kepada pasien muslim dibagi-bagikan leaflet (brosur) tentang
penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus kepada orang-orang sakit. Di
rumah sakit Advent Bandung, pasien muslim diajak berdoa berdama oleh
rohaniawan rumah sakit dengan tata cara peribadatan Kristen.

Kristenisasi melalui jalur Pemerkosaan Gadis-Gadis Muslimah

Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh
aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak
berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan.

Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan
disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak
manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah
Yesus Kristus.

Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda
Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang
salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan
ranjang yang telah direncanakan, i tu foto oleh kawan pemuda Kristen
tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua
pilihan: “Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?”. Ka!au tidak pindah ke
Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan.
Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis
dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.

Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan
shalehahterpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda
gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat
terlarang. Kristenisasi melalui penyebaran Narkoba.

Di desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi
(STT) Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu.
Di sana, para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat
terlarang sampai kecanduan berat. Se telah kecanduan, para pemuda harapan
bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan
sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. (Republik, 10 dan 12 April
1999).

Kristenisasi melalui Kesaksian-Kesaksian Palsu via Mantan Muslim
(murtadin) Tahun 1974

GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus
pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam
ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus
Universitas Islarn Badung dan pernah menjadi juri MTQ
Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sangat ngawur.
Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat
Islam.

Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong
belaka Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur’an. Dengan kebohongannya
itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok,
Surabaya.

Ketika orang sudah banyak melupakan kasus pelecehan Yusuf Roni, di Jakarta
muncul pelecehan plus seribu dusta yang baru. Seseorang yang menamakan
dirinya Pendeta Hagai Ahmad Maulana mengaku sebagai putra kandung
kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya d i gereja pun beredar luas di
kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar
pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha
melahirkan Ahmad Maulana.

Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang
yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya
menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik
kandung ulama besar pakar tafsir, Y ang Mulia Almarhum Buya Hamka.

Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu
saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke
Kristen.

Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat
besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya,
dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim
Amarullah.

Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias
Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama
Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa
versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak,
ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU.

Para murtadin pembohong lainnya adalah Drs. H. A. Poernomo Winangun alias
Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli
dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M.
Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epo n Irma F. Intan Duana Paken
Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan
60 kiyai Banden, dll. Kristenisasi berkedok sosial di desa-desa turpencil.

Kristenisasi dilancarkan kepada orang-orang miskin sambil menawarkan
makanan (berisi, mie, gula, dll.) secara gratis, obat-obatan, pakaian
bekas, alat-alat pertanian (bibit, pupuk, obat pembunuh serangga), dll.

Setelah orang desa merasakan manfaatnya, maka barulah para misi menyatakan
maksud yang sebenarnya, bahwa mereka itu sebagai pelayan dari Yesus
Kristus. Dan bantuan yang mereka nikmati itu adalah dari Yesus. Maka, mana
yang lebih baik, Islam atau Kristen? Selanjutnya, masyarakat desa
dibaptis. Bagi yang tidak mau masuk Kristen maka dimulailah misi untuk
menggoda iman untuk melemahkan ajaran Islam.

Kristenisasi berkedok Islam, yaitu Memurtadkan Akidah Umat dengan Strategi
‘Srigala Berbulu Domba’.

Dengan memakai idiom-idiom keislaman dalam tata cara peribadatan serta
menerbitkan buku-buku dan brosur (leaflet) berwajah Islam, tapi isinya
memutarbalikan ayat-ayat Al Our’an dan Hadits, untuk mendangkalkan akidah.
Dipermainkannya ayat-ayat ilahi untuk meleceh Islam demi untuk menjunjung
tinggi kekristenan. Tujuan akhirnya, agar kaum muslimin meragukan ajaran
Islam lalu pindah ke Kristen

Dengan Gerakan pemurtadan kristiani yang dikemas dalam wajah Islam,
persoalan dakwah Islamiyah semakin berat. Agresivitas misi Kristen sudah
memasuki tingkat berbahaya. Kaum awam sulit membedakan keislaman dan
kekristenan, sehingga mudah dikaburkan akidah nya.

Bentuk-bentut Kristenisasi yang dikemas dalam wajah Islam, antara lain:
Dengan meniru kebiasaan umat Islam dalam bangunan dan tata cara ritual.

GPIB Padang memakai lambang-lambang Minang dalam bangunan Gereja untuk
merayu orang Minang agar tertarik kepada Kristen.

Di beberapa desa di Yogyakarta, misi Kristen meniru adat kebiasaan umat
Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah yang biasa dipakai oleh umat Islam,
mengucapkan salam `Assalamu’alaikum’, dll.

Shalat 7 waktu dengan pakai peci, sajadah, tiwalul Injil dan qasidah versi
Kristen yang dilakukan oleh Kristen sekte Ortodox Syria. Buku-buku yang
diterbitkan antara lain. Kitabus Sholawat as Sab’u, Almasih Juru
Selamatku, Muslim Sahabatku, La ilaha illal lahu, Tauhid dalam perspektif
Gereja Ortodox Syiria, dll.

Melalui berbagai penerbitan Kristenisasi Berkedok Islam

Ada dua target yang ingin dicapai oleh missi dengan penerbitan buku-buku
berwajah Islam.

Pertama, target ke dalam, untuk memantapkan ajaran Kristen. Seoiah-olah
ajaran Kristenlah yang paling benar.

Kedua, target ke luar, untuk mengelabuhi umat Islam yang masih dangkal
pemahamannya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin agama Kristan. Ini
sangat ditekankan mereka, sebab mereka melihat bahwa umat Islam awam tidak
sudi membaca buku-buku yang berwajah Kristen.

Daftar berbagai penerbitan kristenisasi berkedok Islam yang ketahuan,
antara lain:

Buku karya Drs. A. Poernarna Winangun: Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al
Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan
Riwayat Singkat Putaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.

Buku Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur’an (Al Masih Wal Masihiyun Fil
Quur’an) karya Drs. Amin Al Barokah alias Danu Kholil Dinata.

Buku Karya mendiang Hamran Ambrie: Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat
Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah
tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible
Qur’an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Krist en, Surat bari Mesir, Siap
Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan,
dll.

Terbitan Yayasan Jalan Al Rachrnat: Sejarah Naskah Al Qur’an dan Alkitab,
oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih;
Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah
Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh
Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar
Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana
Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh
Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist,
Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam
Tritungga! Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti
Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.

Terbitan Yayasan Christian Centre Nehemia: Kerudung Yang Dikoyak, oleh
Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh
Nita; Apakah Al Qur’an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik;
Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheu s; Lima Alasan Pokok Tentang
Isi Al Qur’an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh
Ev. J. Litik; dll.

Karya Pdt. R. Muhammad Nurdin: Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur’an,
Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur’an, Kebenaran
Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (As
Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya
Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka,
Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.

Kaligrafi dan Kalender tulisan Arab yang Berisikan Ayat-Ayat Injil Tentang
Ketuhanan Yesus

Brosur-brosur: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur
Jalan Al Rachmat, dll.

Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas
Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian
murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmaal Sani, Kesaksian
murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Hagai Ahmad Maulana yang
mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dan lain-lain.

Agustus 20, 2008 at 6:26 pm 2 komentar

Menjelang Ramadhan

Hikmah & Kajian Hikmah dan Kajian
Thursday, 13 September 2007 05:18
Kurang lebih dua puluh lima tahun lalu, sesasat sebelum malam takbiran di akhir Ramadlan, aku berdiri sedih di depan Radio kecil di ruang rumahku. Kutunggu saat adzan maghrib terakhir Ramadlan tahun itu sebelum berbuka puasa, sekaligus menandai datangnya Syawal bulan kemenangan. Anak-anak kecil seusiaku berlarian gembira di luar rumah menyambut datangnya malam takbiran, bersorak ria, ‘’Besok pagi kita ber-Lebaran’’. Sore itu aku justru terdiam sedih ketika adzan Maghrib berkumandang, Ramadlan telah berpulang.
Bagi aku kecil, Ramadlan bukanlah sebatas baju baru menjelang Lebaran, bukan pula melimpahnya makanan setiap hari menjelang berbuka puasa. Di hari Lebaran sejumlah uang dari ayah dan ibu serta kerabat banyak kudapatkan, bukan itu pula yang membuatku sangat merindukan Ramadlan. Indah dan syahdu saat berbuka puasa bersama keluarga, setiap malam pergi ke masjid untuk Tarwih bersama teman, setiap subuh berbaris ke masjid dalam kegelapan, khusyuk duduk mendengar ceramah ba’da Subuh, itulah setiap hal yang aku nantikan. Di waktu mana lagi kegairahan beribadah ini akan memuncak selain waktu Ramadlan, itu yang selalu aku kecil bayangkan. Sungguh, saat itu setiap hari Ramadlan adalah indah dan senantiasa kurindukan. Sehingga…adzan Maghrib di awal malam Syawal bagaikan gerbang perpisahan untukku melambaikan tangan…selamat jalan Ramadlan.

Saat ini kepala tiga usiaku, bahtera rumah tangga telah kuarungi hingga Allah telah memberiku anugrah dua orang putra dan putri yang pintar dan manis. Walau demikian, kisah masa kecil itu selalu kuingat hingga kini, betapa aku kecil selalu menjadikan Ramadlan sebagai bulan idaman untuk dinantikan, betapa kesedihan ditinggal Ramadlan saat itu begitu lekat dalam setiap ingatan. (lebih…)

Agustus 19, 2008 at 3:40 pm Tinggalkan komentar

Kiat-Kiat Menyambut Ramadhan

PDF Print E-mail
Hikmah & Kajian Hikmah dan Kajian
Thursday, 13 September 2007 07:00
Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk tidak menyia nyiakan apalagi menyepelekan kedatangan bulan Romadhon, dan sebaliknya seharusya dia termasuk dalam barisan orang yang terdepan dan berlomba lomba dalam emnyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan amalan amalan ketaatan, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla, yang artinya : “Dan pada yang demikian itulah hendaknya orang orang saling berlomba.” Al Muthafifin : 26

Maka diantara kiat dan cara yang paling baik dan paling selamat dalam menyambut bulan Romadhon yang mubarok adalah sebagai berikut :

Pertama : Mengikhlaskan niat pada amalan amalan dalam menyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan semata mata mengharapkan wajah Alloh Ta’ala, mengharapkan ganjaran pahala dariNya., sebagaimana firman Nya :

“Tidaklah mereka diperintah melainkan agar beribadah kepada Alloh dengan mengikhlaskan agama bagiNya” (Al Bayyinah: 5)

Dan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan (pahala) dari apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah untuk Alloh dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia agar ia bisa mendapatkannya atau kepada seorang perempuan agar ia dapat menikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahkan (HR. Bukhori dan Muslim)

Kedua : Berdoa kepada Alloh Azza wa Jalla agar dapat menjemput bulan Romadhon dalam keadaan sehat wal afiat untuk dapat giat dalam melaksanakan ibadah puasa, sholat (qiyamul lail), membaca Al Qur’an, mentadhaburinya dan Berdzikir.

Ketiga : Bergembira dan merasa senang dengan kedatangan bulan Romadhon sebagaimana dilakukan oleh Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dimana beliau Shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para shohabatnya radhiyallohu ‘anhum :

“Bulan Romadhon telah mendatangi kalian, bulan Romadhon adalah bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan puasa pada bulan ini. Padanya dibuka pintu pintu surga dan ditutup pintu pintu neraka… (HR. Imam Ahmad)

Keempat : Bertekad serta menyusun rencana dan strategi untuk mendapatkan faidah dari bulan ini.

Kelima : Membulatkan kesungguhan tekad untuk mengisi dan memakmurkan waktu waktunya dengan amalan amalan shalih. Kalau seseorang benar benar memiliki kesungguhan dan kejujuran terhadap Allah, pastilah Allah akan membantunya dalam ketaatan dan memudahkan baginya jalan jalan kebaikan, Allah SubhanaHu wa Ta’ala berfirman :

“Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Alloh niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad 21)

Keenam : Mempersiapkan ilmu dan pemahaman fikih tentang hukum hukum yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Sebab merupakan kewajiban seorang muslim untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala dengan ilmu dan tidak ada alasan baginya untuk tidak mengetahui akan hal hal yang Alloh wajibkan atasnya, dan diantaranya adalah puasa Ramadhan.

Ketujuh : bertekad untuk meninggalkan dosa dosa dan kejahatan dan bertekad untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya dan berlepas diri dari segala dosa serta untuk tidak kembali kepada dosa dan maksiat tersebut. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat. Alloh Ta’ala berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh wahai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung” (An Nur 31)

Dan firmanNya : “Katakanlah kepada hamba hambaKu yang melampaui batas pada diri mereka, janganlah kalian putus asa dari rahmat Alloh, sesungguhnya Alloh akan mengampuni semua dosa.” (Az Zumar 53)

Kedelapan : Persiapan rohani dan jiwa dengan membaca buku buku, majalah, berita tabloid agama atau mendengarkan kaset kaset ceramah atau pelajaran dari para ulama ahli sunnah dan dai dai yang mengajak kepada tauhid dan sunnah, yang pada semuanya menjelaskan keutamaan dan hukum hukum puasa sehingga jiwa menjadi siap untuk beramal ketaatan.

Kesembilan : Mempersiapkan sejak dini kebutuhan kebutuhan diri dan keluarga berupa bahan makanan selama Romadhon maupun untuk Idul Fitri, agar waktu untuk melakukan ibadah dibulan Romadhon lebih luas dan kegiatanpun lebih terkonsentrasi semaksimal mungkin.

Demikianlah sekilas tentang apa yang dapat dilakukan oleh seorang muslim sebagai persiapan baginya untuk menyambut bulan Romadhon dan mengisinya dengan amalan malan yang sholih sehingga dia dapat keluar dari bulan Romadhon nantinya sebagai orang yang sukses, benar benar kembali kepada fitrohnya sebagai orang yang bersih, benar benar suci dari noda noda dan telah menuai pahala yang sangat berlipat ganda.

wallohu a’lam bish showab, Dari : Majalah An-Nashihah. Vol 07 Th. 1/1425 H. / 2004 M, oleh Abu Tilmidz

Agustus 19, 2008 at 3:31 pm 1 komentar

Hidup Sesudah Mati – Renungan

Mengungkap Hidup Setelah

Mati



Sebelum anda meneruskan bacaan anda ini saya ingatkan kepada anda yang Muslim namun tidak terbiasa dengan gaya penjabaran ayat-ayat Qur’an secara ilmiah untuk segera memalingkan situs anda dari sini karena dalam penulisan ini anda nantinya akan dibuat terkejut dengan beberapa analisa dan pentafsiran saya terhadap Kitabullah AlQur’an Al-Karim dan Hadist Rasulullah Muhammad Saw yang bukan suatu hal mustahil anda dapat terjerumus dalam pemahaman yang keliru sehingga menggoyahkan akidah dan keimanan anda sekaligus mengadakan fitnahan terhadap diri saya.

Pada bagian yang lalu kita sudah membicarakan perihal kejadian kiamat yang data-datanya kita ambil dari dalam Qur’an suci dan kita hubungkan pula dengan fenomena alamiah serta kajian Science Modern yang mana pada pembahasan tersebut kita asumsikan bahwa komet adalah sebagai penyebab dari Sa’ah tersebut. (lebih…)

Juli 30, 2008 at 2:30 pm Tinggalkan komentar

Ketuban Pecah Dini

Ketuban Pecah Dini (KPD) Print E-mail
;
Memasuki usia kehamilan trimester ketiga tiba-tiba ibu hamil mengeluarkan cairan dari vagina seperti mengompol. Selain keluarnya cairan ini tak dapat ditahan, si ibu pun tak merasakan mulas maupun sakit. Dalam istilah medis, kondisi ini biasanya disebut dengan ketuban pecah dini.
Sebenarnya ada banyak pertanyaan mengenai cairan ketuban. Apa fungsinya dan seberapa bahaya jika terjadi pecah dini atau pecah sebelum waktunya? Berbahayakan kondisi tersebut bagi ibu dan janin? Mengapa bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasan singkatnya mengenai cairan ajaib ini agar ibu hamil mendapatkan informasi yang jelas dan tepat:
Apakah kantung ketuban itu?
Kantung ketuban adalah sebuah kantung berdinding tipis yang berisi cairan dan janin selama masa kehamilan. Dinding kantung ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut amnion, terdapat di sebelah dalam. Sedangkan, bagian kedua, yang terdapat di sebelah luar disebut chorion.
Apakah cairan ketuban itu?
Cairan ketuban adalah cairan yang ada di dalam kantung amnion. Cairan ketuban ini terdiri dari 98 persen air dan sisanya garam anorganik serta bahan organik. Cairan ini dihasilkan selaput ketuban dan diduga dibentuk oleh sel-sel amnion, ditambah air kencing janin, serta cairan otak pada anensefalus. Pada ibu hamil, jumlah cairan ketuban ini beragam. Normalnya antara 1 liter sampai 1,5 liter. Namun bisa juga kurang dari jumlah tersebut atau lebih hingga mencapai 3-5 liter. Diperkirakan janin menelan lebih kurang 8-10 cc air ketuban atau 1 persen dari seluruh volume dalam tiap jam.
Manfaat air ketuban
Pada ibu hamil, air ketuban ini berguna untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan terhadap bayi dari benturan yang diakibatkan oleh ‘lingkungannya’ di luar rahim. Selain itu air ketuban bisa membuat janin bergerak dengan bebas ke segala arah. Tak hanya itu, manfaat lain dari air ketuban ini adalah untuk mendeteksi jenis kelamin, memerikasa kematangan paru-paru janin, golongan darah serta rhesus, dan kelainan kongenital (bawaan), susunan genetiknya, dan sebagainya. Caranya yaitu dengan mengambil cairan ketuban melalui alat yang dimasukkan melalui dinding perut ibu.
Mengapa disebut ketuban pecah dini?
Ada dua macam kemungkinan ketuban pecah dini, yaitu premature rupture of membrane dan preterm rupture of membrane. Keduamya memiliki gejala yang sama, yaitu keluarnya cairan dan tidak ada keluhan sakit. Tanda-tanda khasnya adalah keluarnya cairan mendadak disertai bau yang khas, namun berbeda dengan bau air seni. Alirannya tidak terlalu deras keluar serta tidak disetai rasa mulas atau sakit perut. Namun, adakalanya hanya terjadi kebocoran kantung ketuban. Tanpa disadari oleh ibu cairan ketuban merembes sedikit demi sedikit hingga cairan ini makin berkurang. Akan terdeteksi jika si ibu baru merasakan perih dan sakit jika si janin bergerak-gerak.
Penyebabnya adalah karena terjadi perobekan pada kantung ketuban karena trauma atau mulut rahim yang lemah sehingga tidak bisa menahan kehamilan. Bisa juga karena ketegangan rahim yang berlebihan, seperti kehamilan ganda atau hidramnion, kelainan letak janin seperti sungsang atau melintang, atau kelainan bawaan dari selaput ketuban. Bisa pula karena infeksi yang kemudian menimbulkan proses biomekanik pada selaput ketuban sehingga memudahkan ketuban pecah.
Apa yang harus dilakukan?
Segera periksakan diri ke dokter jika ibu mendapati ada tetesan atau cairan yang mengalir keluar dari vagina. Sebab pemerikasaan yang dilakukan oleh dokter akan menentukan Pemeriksaan apakah janin masih bisa tetap tinggal di dalam rahim atau sebaliknya. Umumnya setelah ketuban pecah, dokter akan memantau kondisi ibu dan janin. Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih, berarti keadaan janin masih baik sehingga ibu hamil bisa terus mempertahankan kehamilannya.
Berikut ini beberapa kondisi kehamilan dengan pengobatan yang berbeda:
  1. Jika kehamilan kurang dari 38 minggu akan dilakukan metode konservatif. Ibu hamil diwajibkan istirahat, dibantu dengan pemberian obat-obatan yang tidak menimbulkan kontraksi, biasanya melalui infus.
  2. Bila si bayi belum cukup besar, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mematangkan paru-parunya agar jika terpaksa dilahirkan, janin sudah siap hidup di luar rahim ibunya. Kecuali itu, ibu pun akan diberi antibiotika untuk mencegah infeksi.
  3. Ibu hamil harus bed rest untuk mencegah air ketuban keluar dalam jumlah lebih banyak. Sementara itu, lapisan kantung yang sebelumnya terbuka pun akan menutup kembali. Cairan ketuban akan dibentuk kembali oleh amnion, sehingga janin bisa tumbuh lebih matang lagi.
  4. Untuk sementara waktu, berhentilah melakukan hubungan seksual bila ada indikasi yang menyebabkan ketuban pecah dini, seperti mulut rahim yang lemah.
  5. Begitu mengetahui ada rembesan cairan dari vagina segera gunakan pembalut yang dapat menyerap air ketuban. Penggunaan pembalut ini pun berguna untuk memudahkan Anda membedakan cairan ketuban dengan cairan lain dari bau serta warnanya.

Juli 26, 2008 at 9:04 pm Tinggalkan komentar

Pre-Eklampsia

Awas Preeklampsia!
Gangguan ini sering muncul dan jangan anggap remeh. Preeklampsia merupakan gejala awal dari eklampsia alias keracunan dalam kehamilan.

Preeklampsia sering muncul di trimester ketiga kehamilan. Tetapi, gangguan ini bisa juga muncul di trimester pertama. Yang pasti, gangguan ini kerap terjadi pada usia kehamilan 20 minggu dan pada wanita yang hamil anak pertama.

Apa saja gejalanya?

Umumnya, preeklampsia ditandai dengan sekumpulan gejala, seperti:

  • Meningkatnya tekanan darah secara drastis (hipertensi) hingga lebih dari 140/90 mmHg.
  • Adanya kandungan protein di dalam urin.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan, dan kadang-juga kadang wajah. Tapi, yang terutama sering bengkak adalah kaki.

Adakah gejala lain?

Selain itu, waspadai juga gejala seperti:

  • Pusing yang sangat hebat, terutama pada dahi di atas mata. Ini mungkin akibat meningkatnya tekanan darah.
  • Kenaikan berat badan secara drastis. Misalnya, naik 1 kg dalam seminggu.
  • Gangguan penglihatan, seperti mata berkunang-kunang.
  • Sakit di ulu hati. Ingat, sakit ini sering rancu dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan.
  • Susah buang air besar.
  • Jadi peka, seperti tak tahan terhadap suara yang keras. (lebih…)

Juli 26, 2008 at 1:20 pm Tinggalkan komentar

Benci ?

Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.

Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.

Juli 26, 2008 at 1:09 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kirim Pesan YM