Kiat-Kiat Menyambut Ramadhan

Agustus 19, 2008 at 3:31 pm 1 komentar

PDF Print E-mail
Hikmah & Kajian Hikmah dan Kajian
Thursday, 13 September 2007 07:00
Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk tidak menyia nyiakan apalagi menyepelekan kedatangan bulan Romadhon, dan sebaliknya seharusya dia termasuk dalam barisan orang yang terdepan dan berlomba lomba dalam emnyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan amalan amalan ketaatan, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla, yang artinya : “Dan pada yang demikian itulah hendaknya orang orang saling berlomba.” Al Muthafifin : 26

Maka diantara kiat dan cara yang paling baik dan paling selamat dalam menyambut bulan Romadhon yang mubarok adalah sebagai berikut :

Pertama : Mengikhlaskan niat pada amalan amalan dalam menyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan semata mata mengharapkan wajah Alloh Ta’ala, mengharapkan ganjaran pahala dariNya., sebagaimana firman Nya :

“Tidaklah mereka diperintah melainkan agar beribadah kepada Alloh dengan mengikhlaskan agama bagiNya” (Al Bayyinah: 5)

Dan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan (pahala) dari apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah untuk Alloh dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia agar ia bisa mendapatkannya atau kepada seorang perempuan agar ia dapat menikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahkan (HR. Bukhori dan Muslim)

Kedua : Berdoa kepada Alloh Azza wa Jalla agar dapat menjemput bulan Romadhon dalam keadaan sehat wal afiat untuk dapat giat dalam melaksanakan ibadah puasa, sholat (qiyamul lail), membaca Al Qur’an, mentadhaburinya dan Berdzikir.

Ketiga : Bergembira dan merasa senang dengan kedatangan bulan Romadhon sebagaimana dilakukan oleh Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dimana beliau Shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para shohabatnya radhiyallohu ‘anhum :

“Bulan Romadhon telah mendatangi kalian, bulan Romadhon adalah bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan puasa pada bulan ini. Padanya dibuka pintu pintu surga dan ditutup pintu pintu neraka… (HR. Imam Ahmad)

Keempat : Bertekad serta menyusun rencana dan strategi untuk mendapatkan faidah dari bulan ini.

Kelima : Membulatkan kesungguhan tekad untuk mengisi dan memakmurkan waktu waktunya dengan amalan amalan shalih. Kalau seseorang benar benar memiliki kesungguhan dan kejujuran terhadap Allah, pastilah Allah akan membantunya dalam ketaatan dan memudahkan baginya jalan jalan kebaikan, Allah SubhanaHu wa Ta’ala berfirman :

“Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Alloh niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad 21)

Keenam : Mempersiapkan ilmu dan pemahaman fikih tentang hukum hukum yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Sebab merupakan kewajiban seorang muslim untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala dengan ilmu dan tidak ada alasan baginya untuk tidak mengetahui akan hal hal yang Alloh wajibkan atasnya, dan diantaranya adalah puasa Ramadhan.

Ketujuh : bertekad untuk meninggalkan dosa dosa dan kejahatan dan bertekad untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya dan berlepas diri dari segala dosa serta untuk tidak kembali kepada dosa dan maksiat tersebut. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat. Alloh Ta’ala berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh wahai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung” (An Nur 31)

Dan firmanNya : “Katakanlah kepada hamba hambaKu yang melampaui batas pada diri mereka, janganlah kalian putus asa dari rahmat Alloh, sesungguhnya Alloh akan mengampuni semua dosa.” (Az Zumar 53)

Kedelapan : Persiapan rohani dan jiwa dengan membaca buku buku, majalah, berita tabloid agama atau mendengarkan kaset kaset ceramah atau pelajaran dari para ulama ahli sunnah dan dai dai yang mengajak kepada tauhid dan sunnah, yang pada semuanya menjelaskan keutamaan dan hukum hukum puasa sehingga jiwa menjadi siap untuk beramal ketaatan.

Kesembilan : Mempersiapkan sejak dini kebutuhan kebutuhan diri dan keluarga berupa bahan makanan selama Romadhon maupun untuk Idul Fitri, agar waktu untuk melakukan ibadah dibulan Romadhon lebih luas dan kegiatanpun lebih terkonsentrasi semaksimal mungkin.

Demikianlah sekilas tentang apa yang dapat dilakukan oleh seorang muslim sebagai persiapan baginya untuk menyambut bulan Romadhon dan mengisinya dengan amalan malan yang sholih sehingga dia dapat keluar dari bulan Romadhon nantinya sebagai orang yang sukses, benar benar kembali kepada fitrohnya sebagai orang yang bersih, benar benar suci dari noda noda dan telah menuai pahala yang sangat berlipat ganda.

wallohu a’lam bish showab, Dari : Majalah An-Nashihah. Vol 07 Th. 1/1425 H. / 2004 M, oleh Abu Tilmidz

Entry filed under: Manajemen Hati. Tags: , , .

Hidup Sesudah Mati – Renungan Menjelang Ramadhan

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kirim Pesan YM


%d blogger menyukai ini: